nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belasan Rusa di Coban Jahe Malang Mati Misterius dengan Gigitan di Leher

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 12:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 21 519 2007223 belasan-rusa-di-coban-jahe-malang-mati-misterius-dengan-gigitan-di-leher-fSglsAmbxr.jpg Belasan rusa ditemukan mati misterius di ojek wisata Coban Jahe, Malang. (Foto: Profauna Indonesia)

MALANG - Belasan rusa di penangkaran kawasan Wisata Coban Jahe, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mati secara misterius. 12 rusa mati dengan bekas luka gigitan di leher. Rusa-rusa itu kemudian dikuburkan di satu galian di kawasan tersebut.

Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan, ada 14 ekor rusa di kawasan Coba Jahe, "12 ekor mati misterius. Sementara, dua ekor lagi dinyatakan hilang," ujarnya, Senin (21/1/2019).

Menurutnya, kematian misterius itu mengejutkan penjaga yang akan memberi makan pada Minggu 20 Januari 2019.

"Rusa tersebut diketahui mati saat penjaganya akan memberikan makan, tiba-tiba sudah mati dalam kondisi penuh luka pada Minggu sore," kata Rosek.

(Baca juga: Kisah Mashka, si Beruang Kesepian yang 'Ditolak' di Kampungnya)

Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kematian rusa-rusa itu. Namun kuat dugaan kematian itu akibat serangan hewan buas.

"Dari dugaan kuat mengarah ke anjing luar atau macan tutul. Kalau macan tutul di sana memang juga jadi kawasan habitat macan tutul. Karena dekat dengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," ujarnya.

Foto: Profauna Indonesia

Namun anehnya, hewant ersebut hanya menggigit bagian leher rusa, tidak memakan bagian badan dan dagingnya. "Harusnya dimakan (daging rusa), tapi ini hanya digigit. Makanya masih misterius," jelasnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap misteri kematian rusa-rusa itu. Profauna juga sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, sebagai instansi yang berwenang menangani masalah satwa liar.

"Bukan rusa dilindungi, karena jenis tutul yang asalnya tidak dari Indonesia," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini