Pangi berujar debat pilpres adalah momen untuk masyarakat mendengar dan mendalami narasi dan pikiran para paslon, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Baca: Ma'ruf Amin Mengaku Siap Hadapi Debat Pilpres Tanpa Kisi-Kisi Pertanyaan
Baca: Kubu Prabowo-Sandi Setuju dan Siap Kisi-Kisi Debat Dihapus
“Tidak ada lagi kisi kisi/hentikan bawa contekan dan tablet, singkirkan meja podium debat, enggak usah dikasih waktu pakai menit menit segala, biar saja mengalir, orasi dengan jalan pikiran liar paslon, host/moderator hanya membuka, panelis langsung bertanya dengan peryanyaan yang punya daya kejut,” paparnya.
Dengan begitu, kata Pangi para paslon bisa berpetualang dengan pikiran sendiri. Kemudian para kandidat bisa saling memotong dan menyanggah, sehingga suasana menjadi hidup serta cair karena adanya interaksi antar kandidat
“Suporter ndak perlu hadir, biarkan masing-masing paslon adu narasi dan imaginasi, karena kita tidak sedang menilai jumlah tepuk tangan dan yel-yel yang paling ramai, tapi rakyat ingin tahu program paslon dan kemampuan mereka mengurai problem fundamental di republik Indonesia,” tutur Pangi.
(Rachmat Fahzry)