"Di sebagian wilayah atau daerah sudah mendeklarasikan dukungan ke calon presiden pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedangkan untuk pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf baru Sultra. Itulah realita politik," kata Yusril yang juga guru besar hukum tata negara itu.
Menyikapi perbedaan sikap tersebut, menurut Yusril, tidak penting untuk dipertentangkan karena tidak membawa manfaat, baik bagi kader maupun organisasi.

Sebelumnya pada Pilpres 2014, PBB diketahui mendukung pasangan calpres Prabowo Subianto-Hata Rajasa. Sedangkan di Pilpres 2009, PBB secara formal tidak memberi dukungan.
"Fakta-fakta tersebut patut menjadi pembelajaran bagi kita semua sebagai proses pematangan diri dalam kancah politik yang semakin menantang," tambah Yusril.
(Baca juga: PBB Mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019?)