nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Pembunuhan Balita di Temanggung Jalani 21 Adegan Rekonstruksi

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 512 2008905 pelaku-pembunuhan-balita-di-temanggung-jalani-21-adegan-rekonstruksi-jqR0nn5nzk.jpg Tersangka Pembunuhan Balita Jalani Rekonstruksi di Halaman Belakang Mapolres Temanggung, Jawa Tengah (foto: Zaini A/KRJogja)

TEMANGGUNG - Tersangka kasus pembunuhan balita berinisial Sn alias Yoyok (26) menjalani rekonstruksi adegan pembunuhan di halaman belakang Mapolres Temanggung, Kamis (24/1/2019). Pelaku yang merupakan warga Dusun Gandon Rt 2 Rw 3 Desa Gandon Kecamatan Kaloran itu menjalani 21 adegan.

Yoyok yang didampingi kuasa hukumnya, menjalani sekitar 21 adegan, mulai dari tersangka dijemput keluarga di lokasi penambangan Galian C di Lereng Merapi, wilayah Srumbung Magelang, selanjutnya aksi pembacokkan pada tiga korban hingga usaha melarikan diri dari lokasi.

(Baca Juga: Balita Tewas dan Ibunya Luka Parah Ditebas Parang oleh Tetangga) 

Pada kejadian itu korban Rafa Nesya Ardani (3) meninggal dunia, sedang Ibu dari Rafa, Kholisatun Mafruroh (23) dan Atik Ernawati (28) menderita luka berat.

 

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan, rekonstruksi untuk memperjelas alur cerita atau peristiwa seperti peran tersanka, korban dan saksi-saksi pada kejadian, pada Senin 12 November 2018.

"Tersangka menjalani sendiri, sedangkan saksi korban diperagakan polisi, dengan pertimbangan saksi korban masih trauma atas apa yang dialami," kata Dwi.

Dia menambahkan, berdasar pemeriksaan kejiwaan dokter jiwa selama 14 hari di RSJ Magelang, tersangka memang mengalami gangguan kejiwaan tetapi masih tetap dimintai pertanggungjawaban secara hukum, makanya berkas perkara dikirim ke kejaksaan dan nanti akan di sidang ke pengadilan.

Dwi menyampaikan, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 jo 76 hutuf C undang-undang perlindungan anak dan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Motif tersangka melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan tewasnya korban itu sejauh ini belum diketahui sebab jika ditanya tersangka selalu menyebut tidak ingat.

"Tetapi ketika ditanya diluar hal perbuatan itu selalu jelas," tegas Dwi.

(Baca Juga: Pelaku yang Tebas Balita hingga Tewas di Temanggung Masih Tetangga Korban) 

Sementara kuasa hukum pelaku, Catur mengatakan, yang diperagakan pada rekonstruksi adalah berdasar keterangan para saksi termasuk saksi korban, dan bukan keterangan tersangka.

"Jadi rekonstruksi ini tersangka hanya menuruti keterangan saksi," tutur Catur.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini