Dedi Mulyadi Tak Khawatir Tabloid Indonesia Barokah Mendegradasi Jokowi-Ma'ruf

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 13:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 25 605 2009256 dedi-mulyadi-tak-khawatir-tabloid-indonesia-barokah-mendegradasi-jokowi-ma-ruf-kb9Xv5Vg0I.jpg Tabloid Indonesia Barokah. Foto/KR Jogja

PURWAKARTA - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat, bereaksi menyusul beredarnya tabloid Indonesia Barokah di wilayah itu. Mereka menilai, adanya tabloid tersebut membuat gaduh di tengah-tengah masa kampanye Pilpres 2019.

Isi Tabloid Indonesia Barokah dianggap oleh Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memojokkan capres 02. Pada halaman pertama Tabloid Indonesia Berkah memberi tajuk utama dengan judl “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”

Kemudian pada halaman 5 Tabloid Indonesia Berkah “Prabowo Marah, Media Dibelah,” menjadi pilihan judul yang dipasang dengan foto Prabowo.

Foto/Okezone

Ketua TKD Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pendukung pasangan calon nomor urut 01, agar tidak mempedulikan isi dalam tabloid Indonesia Barokah.

"Masyarakat Indonesia itu sudah pintar. Tabloid Indonesia Barokah itu hanya bagian dari kegaduhan. Jadi, kita tidak perlu tanggapi serius," ujar Dedi di Purwakarta.

Baca: Bawaslu: Hampir Semua Kabupaten/Kota di Jateng Ada Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

Baca: 6 Ribu Tabloid Indonesia Barokah Akan Diedarkan ke Pesantren di Yogyakarta 

Meski belum tahu isi dalam tabloid tersebut, menurut Dedi, opini yang dibangun di dalam tabloid Indonesia Barokah tidak akan mampu memengaruhi para pendukung Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga.

"Hari ini opini sudah tidak mempengaruhi lagi. Paslon nomor satu sudah enggak mau dengar opini yang dibangun paslon nomor dua. Berita apa pun yang dibuat paslon nomor dua, nomor satu tidak akan percaya. Kita meyakini masyarakat sudah punya ketahanan budaya, ketahanan pilihan, dan saya yakin pemilih Pak Jokowi sudah memiliki ketahanan," tuturnya.

Foto/Ist

Pihaknya tidak khawatir jika nantinya pasangan capres-cawapres yang didukungnya yakni Jokowi-Ma’ruf terkena imbas buruk dan terdegradasi akibat dari keberadaan tabloid yang diduga menyebarkan hoaks tersebut.

"Bukan masalah khawatir, tapi saya tidak suka siapa pun melakukan tindakan tindakan yang menodai demokrasi yang kita junjung," Dedi menegaskan.

Ia mendukung langkah aparat penegak hukum, khususnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut dugaan penyebaran hoaks dalam tabloid Indonesia Barokah.

Sementara Ketua Bidang Keumatan Partai Golkar Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB berharap agar Bawaslu bisa segera mengungkap dalang penerbit tabloid Indonesia Barokah.

"Silakan, itu ranahnya Bawaslu. Semua lembaga yang diberi kewenangan agar bisa bekerja sesuai kewenangan," ujarnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini