SEMARANG - Pesta demokrasi terbesar akan digelar kurang dari empat bulan lagi. Dengan waktu yang sudah mepet, ternyata masih banyak masyarakat yang belum tau jika bakal ada gelaran pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo punya cara tersendiri untuk mensosialisasikan pemilu kepada kaum milenial melalui wayang. Ia berharap sosialisasi pemilu tidak hanya melalui televisi atau radio, tapi juga bisa lewat wayang kulit.
Tepat di halaman Kantor Wali Kota Semarang, Jalan Pemuda No. 148 Semarang, Jawa Tengah, penonton yang berasal dari kaum milenial dibuat penasaran dengan janji panitia memberikan hiburan menarik malam itu.
Gelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas dengan mengambil lakon “Bima Krida” yang artinya “Bima Bekerja” ternyata memiliki pesan kuat yang ingin disampaikan kepada seluruh penonton.
“Kita harus bekerja keras, perjuangan tidak pernah berakhir, melalui wayang kita sampaikan bahwa tidak akan ada keberhasilan dan kesejahteraan kalau tidak ada gotong royong dan kerja keras dari kita semua," ucap Tjahjo dalam siaran persnya, Sabtu (26/1/2019).
Sosok Bima dalam pewayangan yang gagah dan perkasa dengan lantang memberikan imbauan ke masyarakat seluruh Indonesia untuk ikut memeriahkan pemilu serentak 2019 dan tidak golput.