PARIS – Ribuan demonstran turun ke jalan di Paris, Prancis pada Minggu untuk mengutuk kekerasan dalam gerakan rompi kuning yang telah melanda Prancis dalam beberapa pekan terakhir dengan protes terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.
Diwartakan Reuters, Senin (28/1/2019) sekira 10.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi tandingan yang digelar pada Minggu, sehari setelah demonstrasi ke-11 berturut-turut yang digelar rompi kuning di seluruh Prancis yang menimbulkan bentrokan dengan polisi.
BACA JUGA: Jurnalis Prancis Dipukuli, Diancam Diperkosa saat Liput Demonstrasi Rompi Kuning
Para demonstran, yang beberapa di antaranya mengenakan syal merah sesuai dengan nama gerakan balasan tersebut, meneriakkan slogan-slogan seperti "hentikan kekerasan" dan "jangan sentuh Republik saya" dalam unjuk rasa damai di Paris timur yang berakhir di Lapangan Bastille.
Demonstrasi rompi kuning yang digelar pada Sabtu juga berakhir di Bastille dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi yang menyebabkan satu orang terluka. Sekira 69.000 orang menghadiri demonstrasi Sabtu terbaru, termasuk 4.000 demonstran di Paris. Jumlah itu lebih rendah dari jumlah demonstran di pekan sebelumnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.