Share

Siswa SMP di Wonogiri Demo Tak Mau Diajar Guru yang Raba Dada Temannya

Bramantyo, Okezone · Senin 28 Januari 2019 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 512 2010236 siswa-smp-di-wonogiri-demo-tak-mau-diajar-guru-yang-raba-dada-temannya-Uvg3Sill0p.jpg

WONOGIRI- Dipicu dugaan tindak pelecehan terhadap siswi SMP Negeri 1 Slogohimo di Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, ratusan siswa sekolah tersebut melakukan aksi demo menolak diajar oknum guru dan meminta agar dipindahkan ke sekolah tersebut.

Aksi guru SMP berinisial HM itu dinilai oleh para murid telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak didiknya, justru 'dicoreng' oleh tindakan oknum HM.

Aksi demo tersebut bermula dipicu adanya dugaan aksi tidak sopan yang dilakukan HM pada siswinya. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMP Negeri di Kecamatan Slogohimo yang baru beberapa bulan dipindahkan dari SMP Negeri 1 Kecamatan Puhpelem ini, dilaporkan siswi sekolah melakukan pelecehan dengan meraba bagian dada siswi SMP tersebut.

Informasi yang berkembang HM diduga melakukan dugaan aksi pelecehan terhadap dilakukan siswi kelas VII di depan teman-temannya.

Akhirnya mereka mengadukan aksi cabul oknum tersebut pada guru BP. Sampai pada akhirnya HM juga dipanggil untuk mengklarifikasi aksinya.

Sampai akhirnya secara halus para siswa melakukan demo menolak diajar oleh oknum guru tersebut dan demi ketenangan seluruh siswi mereka meminta agar HM dipindahkan dari sekolah tersebut.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti, melalui Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya membenarkan aksi tersebut. Berdasarkan laporan Kasi Humas Polsek Slogohimo, Aiptu Parmin dan Kanit Provos Bripka Gatot, sekitar pukul 11.30 para siswa SMPN 1 Slogohimo ini menyampaikan aspirasi unjuk rasa terhadap oknum guru yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji kepada siswa.

“Aksi para siswa ini bisa diredam petugas yang melakukan patroli ke lokasi, kemudian mereka dibubarkan untuk segera pulang ke rumah masing-masing,” jelas Aditya Mulya pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Sebelumnya HM sebelum dipindahkan ke SMPN 1 Slogohimo sempat dilaporkan dengan dugaan yang sama yakni perbuatan tidak menyenangkan pada siswinya di SMPN 1 Kecamatan Puh Pelem pada medio April 2018 lalu.

Kasus tersebut sempat ditangani pihak kepolisian dan dinas pendidikan setempat. Namun saat itu tidak ada korban yang berani melapor pada pihak kepolisian. Hingga kasusnya tidak dilanjutkan dan oknum guru tersebut belakangan diketahui pindah mengajar di SMP N 1 Slogohimo.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini