nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliran Uang Meikarta Turut Mengalir ke Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 13:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 525 2010335 aliran-uang-meikarta-turut-mengalir-ke-dinas-pemadam-kebakaran-pemkab-bekasi-CxLPRRKGf6.jpg Ilustrasi Keadilan (Foto: Okezone)

BANDUNG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di PN Bandung, kembali menggelar sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta, pada Senin (28/1/2019).

Dalam sidang yang beragendakan saksi ini, hadir ‎Kepala Dinas Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat Banjarnahor dan Kepala Bidang Penyuluhan dan Pencegahan Kebakaran Asep Buchori.

Kehadiran para saksi itu, guna membuka fakta dalam dakwaan jaksa untuk Billy Sindoro. Diketahui, pihak Meikarta menyiapkan uang senilai Rp1 miliar‎ 60 juta terkait perizinan pemasangan alat pemadam kebakaran di 53 tower dan 13 basement.

Baca Juga: Sidang Meikarta, Jaksa: Dakwaan Sudah Sesuai Aturan!

Untuk pemasangan alat pemadam kebakaran di 53 tower dan 13 basement itu, disepakati Rp20 juta per unit. Selama persidangan, mereka dicecar soal penerimaan uang yang terbagi dalam empat tahap.

Tahap pertama pada Mei 2018 senilai Rp200 juta. Sahat mengaku uang tersebut diberikan oleh Henry Jasmen. "Saya bagi lagi ke Asep Buchori Rp70 juta dan sisanya oleh saya," ujar Sahat Banjarnahor.

Gedung KPK

Kemudian, tahap keduanya penyerahan uang dilakukan pada Juni 2018 di rest area KM 19 senilai Rp300 juta. Pemberian uang tahap 3 senilai Rp200 juta dilakukan di Bekasi. Sahat mendapat Rp130 juta.

"Pada tahap 3 saya yang ambil uangnya. Dan saya dapat Rp70 juta, sisanya sama pak Sahat," kata Asep.

‎Pada tahap 4, ia menerima uang dalam bentuk dolar Singapura. Kemudian Asep tukarkan uang dari Henry Jasmen tersebut sehingga diketahui nilainya Rp245 juta. Uang itu dibagi lagi antara mereka berdua.

Baca Juga: 3 Terdakwa Kasus Suap Meikarta Ajukan Eksepsi

Sidang Meikarta

Dalam persidangan juga hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa. Iwa dihadirkan untuk memberikan kesaksian terkait namanya yang disebut telah menerima uang senilai Rp1 miliar.

Saksi lainnya turut hadir Guntoro, salah satu pejabat di Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Kemudian, Daryanto mantan Kadis Lingkungan Hidup, Kuswaya Sekretaris Dinas LH Kabupaten Bekasi, Dadang Mochammad Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, dan Hendi Firman staf Dinas Bina Marga Provinsi Jabar.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini