JAKARTA - Usai meminta Polri untuk membongkar aktor intelektual tabloid Indonesia Barokah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Moeldoko kembali meminta korps Bhayangkara untuk menangkap pembuat dan penyebar selebaran yang bertajuk 'Say No!! Jokowi-Ma'ruf Amin.
Selebaran itu diedarkan secara massif pada hari Jumat, 25 Januari 2019. Dalam selebaran itu mengajak masyarakat untuk tidak memilih pasangan petahana.
Terdapat 10 poin yang menjelaskan mengapa haram untuk memilih Jokowi-Ma'ruf, salah satunya poinnya karena haram memilih pemimpin yang ingkar janji.
"Saya pikir semua bentuk apapun yang ujung-ujungnya saling menyakiti atau dalam kehidupan demokrasi yang tidak sehat harus sama-sama kita berupaya untuk menghindari," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (28/1/2019).
Baca Juga: Moeldoko Minta Polri Bongkar Dalang dari Tabloid Indonesia Barokah

Moeldoko menilai, adanta penyebaran selebaran yang mengajak untuk tidak memilih Jokowi-Ma'ruf dan tabloid Indonesia Barokah merupakan tanggungjawab seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilpres 2019.
"Kita semuanya, ini tanggungjawab kita semuanya," imbuhnya.
Mantan Panglima TNI itu mempersilahkan polisi untuk mengusut penyebaran informasi yang menyesatkan bagi dua calon yang tengah berkontestasi itu. Termaksud, kata dia, adanya tudingan yang menyatakan bahwa Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN, Ipang Wahid, aktor di balik tabloid Indonesia Barokah.
"Saya pikir polisi punya upaya untuk membongkar semuanya," pungkasnya.

Baca Juga: Koalisi Indonesia Kerja Banyuwangi Gotong Royong Menangkan Jokowi-Ma'ruf
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.