nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiap 2 Hari, Seorang Warga Tangsel Terjangkit DBD

Hambali, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 19:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 29 338 2011050 tiap-2-hari-seorang-warga-tangsel-terjangkit-dbd-9w2CTnMRRU.jpg Pasien DBD di Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian mengkhawatirkan. Data yang ada menyebutkan, dalam 2 hari sekali ada warga yang terjangkit. Jika dihitung, rata-rata tiap Puskesmas merawat 3 pasien DBD.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Deden Deni menuturkan, hingga saat ini jumlah pasien DBD yang dirawat di RSU terus menumpuk. Hal itu belum termasuk dengan jumlah pasien DBD yang berobat ke 29 Puskesmas yang ada.

(Baca Juga: 8 Orang di Jawa Barat Meninggal Dunia Akibat DBD) 

"Jumlah Puskesmas ada 29, yang ada fasilitas rawat inapnya ada 25. Rata-rata, satu Puskemas merawat tiga orang pasien DBD. Tiap dua hari sekali, ada warga tangsel yang kena DBD. Tapi masih dihitung semua (jumlahnya)," kata Deden kepada wartawan di Kantor Dinkes Tangsel, Serpong, Selasa (29/1/2019).

 

Dikatakan Deden, pihaknya telah mengimbau kepada warga dan Puskesmas agar bersiap menghadapi siklus seperti ini. Khususnya tentang bagaimana cara mencegah perkembangbiakan nyamuk DBD. Menurutnya, program Jumantik sudah cukup optimal dalam mengantisipasi hal itu.

"Program Jumantik sebenarnya sudah bisa optimal. Kalaupun harus ada yang dievaluasi," ucapnya.

Informasi yang dihimpun, RSU sendiri telah merawat total sebanyak 141 pasien DBD, dengan rincian 71 di ruangan IGD, 24 di ruang Rawat Anak, 45 di ruang Rawat IPD, 1 di ruang PICU. Jumlah itu terhitung sejak periode bulan Oktober 2018 hingga pekan kedua Januari 2019 tahun ini.

Sedangkan saat ini, terdapat sebanyak 16 pasien DBD yang masih menjalani perawatan di lantai 3 RSU. Karena kamar rawat inap penuh, para pasien itu kemarin sempat dirawat di selasar gedung, sebelum akhirnya mendapat tempat di kamar perawatan.

"Jumlah pasien yang ada tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia," ujar Dokter Imbar Umar Gazali, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel.

(Baca Juga: 46 Orang Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah di Jatim) 

Pasien DBD di Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

Sementara dikonfirmasi terpisah, Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, menjelaskan, jika saat ini sudah diinstruksikan kepada seluruh Puskesmas dan RSU agar melayani seluruh pasien DBD dengan segala fasilitas perawatan. Namun, Benyamin enggan berkomentar mengenai peningkatan status kedaruratan akibat terus bertambahnya pasien DBD.

"Peningkatan pelayanan kesehatan sudah di instruksikan kepada seluruh jajaran Dinkes, RSU dan Puskesmas. Fogging juga dilakukan sesuai ketentuan," kata Benyamin.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini