nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Orang di Jawa Barat Meninggal Dunia Akibat DBD

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 11:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 29 525 2010752 8-orang-di-jawa-barat-meningga-dunia-akibat-dbd-4l8JRkzfKo.jpg Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti yang Menyebabkan Penyakit DBD (foto: Ist)

BANDUNG - Delapan orang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD), di Provinsi Jawa Barat. Data tersebut, terhitung sejak Januari 2019.

"Ada delapan orang yang meninggal," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Widyawati, saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Selasa (29/1/2019).

(Baca Juga: 187 Orang Terserang DBD di Depok, Diprediksi Akan Terus Bertambah) 

Kebanyakan dari warga masyarakat yang meninggal dikarenakan di beberapa kasus, terlambat mendeteksi demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti.

"‎Ada keterlambatan dalam penanganan. Biasa itu terjadi, karena dianggapnya demam biasa, enggak diperiksa ke layanan kesehatan‎," tuturnya.

Namun, saat disinggung daerah mana yang paling banyak terjangkit penyakit DBD ini, dirinya tidak dapat menjabarkannya secara rinci. "Untuk datanya, ada tapi saya lupa dari mana, yang pasti angka (delapan) itu, dari 27 Kota dan Kabupaten di Provinsi Jabar," ucapnya.

Dengan meningkatnya penyakit DBD ini, lanjut Widya, pihaknya telah meningkatkan kembali sosialisasi ke wilayah-wilayah. ‎Kemudian melakukan fooging (pengasapan) guna penanggulangan penyakit DBD ini.

"Kita terus upayakan sosialisasi ke wilayah, untuk deteksi dini. Serta juga melakukan fooging‎, namun untuk diketahui fooging ini hanya untuk nyamuk dewasa, sedangkan telur nyamuk itu bisa produksi 100 dalam sehari, makanya itulah dilakukan sosialisasi untuk pencegahannya, seperti pemeriksaan sarang nyamuk," kata dia.

(Baca Juga: Puluhan Pelajar SD di Depok Terjangkit Penyakit Hepatitis A dan DBD)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini