nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan Es Guyur Sleman Yogyakarta

Antara, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 21:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 29 510 2011110 hujan-es-guyur-sleman-yogyakarta-A1R2SaK6bt.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SLEMAN - Butiran es menghujani beberapa bagian Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (29/1/2019) sore.

"Hujan es terjadi di Kecamatan Seyegan dan Kecamatan Mlati," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan seperti dikutip dari Antaranews.com.

(Baca Juga: Hujan Es Melanda Depok, Dikira Warga Rumah Ada yang Menimpuk

Di wilayah Seyegan, ia mengatakan, selain hujan es hujan hujan lebat disertai angin kencang juga melanda sebagian wilayah Desa Margokaton.

"Akibat dari kejadian angin kencang, enam pohon tumbang, satu baliho roboh dan merusak dua rumah. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut," katanya.

Ia mengatakan, warga sebagian Desa Sendangrejo di Kecamatan Minggir juga merasakan dampak hujan yang disertai angin. "Dua pohon tumbang, satu rumah rusak sedang dan memutuskan satu jaringan listrik, nihil korban jiwa," katanya.

Ilustrasi hujan es 

Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Mlati Djoko Budiyono mengatakan, salah satu penyebab terjadinya hujan es adalah aktivitas awan Cumolonimbus (CB), yang umumnya terbentuk antara siang dan sore hari.

"Awan rendah yang pertumbuhannya vertikal menjulang ke atas. Awan itu berbentuk gumpalan seperti bunga kol dan menyerupai huruf T," katanya.

Ia menjelakan, puncak awan itu sangat tinggi sehingga suhu bagian atas awan sampai minus. "Akibatnya, bentuk partikel di atasnya adalah kristal-kristal es. Kristal es di bagian atas inilah yang bisa turun ke bumi dalam bentuk es," katanya.

Menurut dia, butiran es antara lain jatuh dari awan karena adanya turbulensi atau golakan angin yang kuat, bisa juga karena terpental ke bawah pada saat ada petir.

Saat ini, di wilayah DIY masih berpotensi terbentuk awan-awan CB karena masih ada pertemuan angin. "Dampak lain yang bisa ditimbulkan dari awan CB ini selain hujan es adalah hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Termasuk puting beliung," katanya.

(Baca Juga: Hujan Es Guyur Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Meski durasi hidupnya bersifat lokal dan pendek, antara satu sampai dua jam, namun menurut Djoko dampak terbentuknya awan itu bisa cukup besar.

"Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai bila di daerahnya muncul awan jenis CB ini," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini