nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NTT Terapkan 'English Day' Setiap Rabu

Adi Rianghepat, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 13:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 30 340 2011361 ntt-terapkan-english-day-setiap-rabu-QRKsjzM84D.jpg Ilustrasi Aparat Sipil Negara (ASN) (foto: Okezone)

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat memerintahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemerintah provinsi untuk menggunakan Bahasa Inggris di kantor pada setiap hari Rabu. Pemberlakuan instruksi gubernur itu dimulai hari ini Rabu 30 Januari 2019.

Kepala Biro Humas Sekreariat Daerah Provinsi NTT Semuel Pakereng kepada Okezone mengatakan, perintah menggunakan Bahasa Inggris bagi seluruh ASN lingkup pemprov itu melalui Intsruksi Gubernur nomor 56 Tahun 2018 Tentang Hari Berbahasa Inggris. "Hari ini kami sudah memulainya dan itu sudah dilakukan sejak pagi tadi," katanya di Kupang, Rabu (30/1/2019).

(Baca Juga: Terlambat Hadiri Apel, 145 ASN di NTT Pakai Rompi Oranye Bertulis "Saya Tidak Disiplin") 

Dia menjelaskan, instruksi gubernur itu dimaksud untuk membiasakan ASN yang adalah abdi negara dan bangsa itu untuk familiar dengan bahasa Inggris yang hingga saat ini menjadi salah satu bahasa internasional dan paling dipakai di seluruh dunia.

Selain itu juga instruski gubernur itu dimaksud untuk memastikan ASN akan ikut bersama pemerintah dan masyarakat memajukan pariwisata yang sudah dipastikan akan melibatkan turis mancanegara.

"Visi dan misi bapak Gubernur dan Wakil Gubernur adalah 'kita bangkit kita sejahtera' melalui program pilar pariwisata, makanya harus didukung sumber daya yang baik termasuk ASN," kata Semua menjelaskan.

Meskipun baru memulai dan tentu masih begitu banyak ASN yang tidak terlampau lancar, namun ASN lingkup Pemerintah Provinsi kata dia mulai berani melafal dan menggunakan ucapan-uucapan bahasa Inggris.

"Ya meskipun tak sebagaus tata bahasa Inggris semestinya namun banka ASN yang sudah mulai mencoba," kata bekas Camat Kupang Barat itu.

Selain bagi ASN lingkup Pemprov NTT, instruksi Gubernur itu juga diharap akan diterapkan oleh ASN di 22 kabupaten/kota yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu. Hal ini demi memberikan kebiasaan bagi ASN untuk berbicara bahasa Inggris.

"Masyarakat lokal juga diharap untuk ikut terpacu mennggunakan bahasa Inggris agar bisa menjadi tuan di setiap destinasi pariwisata yang ada," katanya.

Semual mengaku, instruksi tersebut belum memiliki sanksi, namun diharap setiap ASN bisa aktif melaksanakan instruksi tersebut. Sedangkan, seorang ASN lingkup pemerintah provinsi yang meminta namanya tak ditulis mengaku ikut memulai menggunakan bahasa Inggris.

"Bahasa Inggris ini kan bahasa orang ya kita ucapkan saja jika salah tak masalah, kan bahasa orang juga kok," katanya.

(Baca Juga: Melirik Cara Unik Pemerintah NTT Terapkan Disiplin ASN dengan Rompi Oranye) 

Dia juga mengatakan, selain mewajibkan berbahasa Inggris demi kepentingan pariwisata, para pemangku kepentingan di bidang pariwisata juga harus terus memacu pembangunan infastruktur pendukung pariwisata di daerah-daerah destinasi.

"Turis mancanegara tentu tak terlalu hiraukan apakah masyarakat kita bisa berbahasa Inggris atau tidak, asalkan destinasi yang ingin dia kunjungi tertata rapih dan apik sesuai kehendaknya. Itu yang penting," katanya mengkeritik.

Selain itu dia juga berharap setiap kepala daerah segera melatih warganya mengubah pola layanan selayaknya daerah wisata. "Lihat Bali dan Lombok, masyarakatnya sangat santun dan memiliki orientasi pariwisata sehingga para turis mancanegara betah di sana. Tak perlu terlampau mahir berhasa Inggris juga turis tetap datang berbondong-bondong," ungkapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini