nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Guru Penantang Maut, Panjat Tangga Jembatan Ambruk

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 21:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 30 512 2011574 kisah-guru-penantang-maut-panjat-tangga-jembatan-ambruk-dKTh1SKbFu.jpeg Foto: Okezone

PEKALONGAN - Putusnya jembatan Kali Keruh, Kabupaten Pekalongan sempat viral dan menjadi pembicaraan warganet beberapa waktu lalu. Kisah Atik, seorang guru honorer asal Desa Loragung, Kabupaten Pekalongan rela mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan putus itu untuk mengajar.

Ternyata tidak hanya Atik, kisah serupa juga dialami koleganya bernama Dwi Sholihati, guru honorer di SD 02 Medayu. Sama dengan Atik, setiap hari Dwi juga harus mempertaruhkan nyawa melintasi jembatan Kali Keruh untuk mengajar di sekolahnya.

Sejak putus pada 2018, jembatan Kali Keruh Pekalongan memang tidak bisa dilewati kendaraan. Padahal, jembatan itu menjadi akses satu-satunya warga di desa tersebut. Satu-satunya cara yang bisa warga untuk melintasi jembatan adalah nekat berjalan kaki.

Di reruntuhan jembatan yang ambruk, warga memasang tangga setinggi 15 meter untuk dapat mencapai sisi sungai yang lainnya. Tangga yang terbuat dari besi membuat licin digunakan saat hujan turun. Belum lagi, arus sungai yang deras dan bebatuan besar yang ada di bawahnya sangat membahayakan dan dapat merenggut korban jika ada yang terjatuh.

"Setiap hari ya harus melintasi jembatan ini, tidak ada akses jalan lain antara rumah saya ke sekolah," kata Dwi Sholihati, guru honorer SD 02 Medayu itu, Rabu (30/1/2019).

 sdd

Meski sebenarnya Dwi merasa takut setiap kali harus naik turun tangga di jembatan itu. Namun, rasa takutnya itu ia buang jauh-jauh demi memberikan ilmu kepada anak didiknya.

“Mau gimana lagi, karena sudah kewajiban untuk mengajar, jadi harus dilaksanakan," ucapnya.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Setidaknya lanjut dia, ada jembatan darurat yang dibangun agar warga tidak perlu menantang nyawa dengan menyeberang jembatan seperti yang saat ini dilakukan.

"Saya harap jembatannya segera dibangun, paling tidak ada jembatan darurat lah," pungkasnya.

sdas

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini