Ia merincikan, dari temuan 1.603 amplop di Kantor Pos Muarabungo, sebanyak 357 amplop ditujukan ke Kabupaten Muarabungo, 362 amplop ke Merangin, 447 amplop ke Tebo, dan 407 amplop ke Sarolangun.
"Anehnya, pendistribusiannya salah sasaran. Yang seharusnya dikirim ke Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) sebanyak 30 amplop, tapi malah ke Jambi. Kalau ditotal keseluruhannya ada 1.603 amplop," tutur Fachrul.
Menurutnya, sesuai alamat yang tertera di amplop, Tabloid Indonesia Barokah diedarkan dengan tujuan ke masjid-masjid dan pondok pesantren yang di ada Jambi.

Ia menyerahkan sepenuhnya tabloid itu ke kepolisian. "Silakan pihak kepolisian investigasi dan melakukan penyelidikan, apakah ada tindak pidana umumnya atau tidak. Kalau mau menyita silakan sesuai SOP-nya," ucap Fachrul.