nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bea Cukai Kuala Langsa Hibahkan 13,5 Ton Bawang Merah Ilegal Layak Konsumsi

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 12:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 1 2012364 bea-cukai-kuala-langsa-hibahkan-13-5-ton-bawang-merah-ilegal-layak-konsumsi-skWF8VOSiG.jpg Foto: Bea Cukai Aceh

BANDA ACEH - Bea Cukai Kuala Langsa bersinergi dengan Kanwil Bea Cukai Aceh, Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kejaksaan Tinggi Aceh, Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang dan Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh, menghibahkan 13,5 ton bawang merah kepada Pemerintah Kota Langsa dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada Jumat 25 Januari lalu. Total perkiraan nilai barang hibah sebesar Rp167.602.800.

Bawang Merah tersebut merupakan hasil penindakan kapal KM. JASA KAWAN GT. 16 No. 107/QQd yang dilakukan tim Patkamla Peudawa II-1-32 TNI AL Lhokseumawe di Perairan Ujung Tamiang, Aceh Tamiang pada Rabu 16 Januari 2019. Atas upaya penyelundupan bawang merah ini diperkiraan kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp58.660.980.

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak mengungkapkan, hibah barang bukti berupa bawang merah kepada Pemerintah Kota Langsa dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah dilakukan pengujian di laboratorium Karantina Pertanian. Hasilnya dinyatakan bebas OPTK sesuai dengan izin yang telah diberikan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh.

"Sejalan dengan hal tersebut kegiatan hibah ini merupakan komitmen Bea Cukai Kuala Langsa, Kanwil Bea Cukai Aceh, Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kejaksaan Tinggi Aceh, Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang dan Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh untuk memanfaatkan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai, untuk dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu," ujar Syuhadak.

Dengan adanya sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan, hewan, dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini