Kejadian menonjol bulan Januari yaitu gelombang panas yang memecahkan rekor di wilayah tenggara Australia.
Pengamat risiko cuaca Andrew Gissing menyebutkan produksi pertanian terpengaruh dengan kondisi ini.
Produksi susu, katanya, mengalami penurunan karena sapi-sapi sangat kepanasan.
"Kami mendengar laporan dari industri anggur mengenai buah anggur yang layu terbakar matahari," jelasnya.
Namun sejauh ini belum ada laporan mengenai dampak suhu panas ini pada penduduk setempat.
Menurut perkiraan, tiga bulan ke depan suhu udara kemungkinan akan lebih panas dari rata-rata di sebagian besar wilayah Australia.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.