nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 256 Kasus DBD di Riau, 2 Warga Meninggal Dunia

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 16:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 340 2012525 ada-256-kasus-dbd-di-riau-2-warga-meninggal-dunia-tO4hzPTEJM.jpg Ilustrasi

PEKANBARU – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Riau pada periode Januari 2019 meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni mencapai 256 kasus. Bahkan tahun ini, tercatat dua warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, kasus kematian akibat DBD itu ditemukan di dua wilayah, yaitu di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kota Dumai. Dua korban meninggal itu terdiri atas anak berusia 14 tahun dan seorang bayi.

"Satu meninggal dunia warga Inhu berusia 14 tahun, sedangkan yang di Dumai anak usia 7 bulan. Semua berjenis kelamin laki-laki, " kata Mimi Yuliani Nazir kepada Okezone, Jumat (1/2/2019).

Secara keseluruhan, pada Januari 2019, Dinas Kesehatan Riau mencatat ada 256 kasus DBD. Paling banyak kasus DBD itu ditemukan di Inhu, yakni mencapai 73.

"Di Inhu ini kasus terbanyak DBD. Padahal dalam priode yang sama di 2018, tidak ada kasus DBD," ucapnya. 

ilustrasi

Kasus DBD tertinggi kedua DBD ada di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 41. Kemudian di Kota Pekanbaru ada 30 kasus dan Kabupaten Siak ada 24 kasus.

Dari 12 kabupaten/kota di Riau, angka kasus DBD mengalami kenaikan. Namun, di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), temuan kasus DBD pada awal tahun ini menurun dibandingkan Januari 2018.

(Baca Juga : 4 Kabupaten di Bali Ini Rawan Ledakan Kasus DB)

"Untuk Januari 2018 jumlah kasus hanya 97, sementara tahun ini meninggat menjadi 256 kasus," ucapnya.

Dengan adanya peningkatan kasus DBD, Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Riau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan diminta untuk melakukan sosialisasi secara intensif.

(Baca Juga : 220 Warga Banten Terjangkit DBD, 3 Meninggal Dunia)

"Kepada warga, kita minta untuk lebih memperhatikan lingkungan, terutama genangan air tempat nyamuk Aedes aegyti berkembang," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini