
Tidak hanya itu, Ma'ruf Amin juga berharap buku ini dapat menjadi sebuah motivasi agar menjadi konsep ekonomi keumatan yang dapat menghasilkan pemerataan bagi masyarakat. Kuncinya adalah membangun ekonomi kerakyatan dari bawah.
"Misalnya adanya disparitas antara yang kuat dan yang lemah, ini tentu akibat adanya kebijakan di masa lalu yang lebih bersifat bagaimana membangun ekonomi kuat, konglomerasi. Ini menurut pengamatan saya, karena dari situlah dengan menggunakan teori trickle down effect. Teori ini kemudian mengharapkan lahirnya konglomerat yang kemudian nanti menetes ke bawah ternyata tidak netes-netes," ucap Kiai Ma’ruf.
"Yang atas makin kuat, yang bawah semakin lemah, karena itu harus ada perubahan perubahan yang signifikan, yang fundamental dalam membangun ini, yaitu membangun ekonomi dari bawah atau juga istilahnya membangun kerakyatan ekonomi dari bawah," katanya.