Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa 6,0 SR di Mentawai, BPBD Mukomuko: Belum Ada Laporan Kerusakan

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 02 Februari 2019 |20:29 WIB
    Gempa 6,0 SR di Mentawai, BPBD Mukomuko: Belum Ada Laporan Kerusakan
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

BENGKULU - Gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (2/2/2019), sekira pukul 17.59 WIB, dirasakan cukup kencang di wilayah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Sehingga warga setempat berhamburan keluar rumah.

Supervisor Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Hitatun Arazak mengatakan, pihaknya belum menerima laporan kerusakan bangunan. Baik bangunan sarana pendidikan, kesehatan, ibadah maupun bangunan pemukiman penduduk.

''Kondisi masih aman. Kami belum ada menerima laporan kerusakan bangunan,'' kata Hitatun, saat di konfirmasi Okezone, Sabtu (2/2/2019).

 df

Sejak gempa yang berpusat di Kepulauan Mentawai, jelas Hitatun, getaran gempa cukup dirasakan masyarakat setempat. Namun, saat ini masyarakat yang sempat keluar rumah sudah kembali kedalam rumah dan mulai beraktivitas kembali seperti semula.

''Yang mengungsi tidak ada. Warga sudah kembali kedalam rumah,'' sampai Hitatun.

Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 6,0 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sekira pukul 17.59 WIB. Hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi tersebut berada di episenter pada koordinat 3.06 lintang selatan (LS) dan 99.88 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di 121 kilometer (KM) Tenggara Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 178 km Barat Daya Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dengan kedalaman 18 km.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement