JAKARTA - Belum lama ini, Presiden Joko Widodo mengimbau pada para kaum intelektual jebolan kampus-kampus di Jawa Timur untuk tidak terpengaruh oleh propaganda Rusia yang menghasilkan berita-berita bohong atau hoaks dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini.
Propaganda yang dimaksud adalah teknik Firehose of Falsehood yang juga digunakan Donald Trump. Teknik itu biasanya untuk menarik perhatian masyarakat dengan menyebarkan hoaks, ketakutan, hingga pemberitaan-pemberitaan yang remeh.
Menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily teknik seperti itu digunakan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Sandiwara 1.000 titik digelar dengan cara-cara menarik perhatian mulai dari tempe, sampai petai. Retorika Prabowo juga jelas meniru Trump mulai dari istilah Make Indonesia Great Again sampai dengan menebar propaganda ketakutan Indonesia Bubar sampai Indonesia Punah," ujar Ace Hasan kepada Okezone, Minggu (3/2/2019).

Baca Juga: Alumni Menteng 64 Dukung Jokowi karena Layani Rakyat dengan Baik
"Semua retorika paslon 02 juga mengangkat soal situasi yang dianggap terpuruk, krisis dan juga di bawah ancaman asing dan asing. Dengan penebar sentimen ketakutan ini, maka bisa ditebak maka mereka akan menngangkat figur Prabowo sebagai penyelamat dari situasi krisis. Inilah framing yang dibangun melalui Firehose of falsehood," paparnya.