nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Tersudutkan di Persidangan Meikarta, Sekda Jabar Bantah Dapat Kucuran Uang

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 19:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 06 525 2014538 meski-tersudutkan-di-persidangan-meikarta-sekda-jabar-bantah-dapat-kuncuran-uang-Zvnoy9oyQz.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BANDUNG - Sejumlah saksi sidang kasus suap Meikarta bersaksi jika Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Iwa Karniwa menerima sejumlah uang dari mega proyek itu.

Selain Iwa yang hadir, saksi lainnya seperti ‎Waras Wasisto selaku anggota DPRD Jabar, Soleman Anggota DPRD Bekasi, Neneng Rahmi dan Henry Lincoln dari Dinas PUPR Pemkab Bekasi, turut di konfrontir keterangannya.

Dalam persidangan itu, Henry Lincoln mengaku telah bertemu dengan Sulaeman, dan meminta untuk dipertemukan dengan Iwa. Kemudian Sulaeman pun menghubungi Waras Wasisto selaku anggota DPRD Jabar.

Setelah itu, Waras, Neneng, Sulaeman, dan Henry, melakukan pertemuan di ‎KM 39 tol Jakarta Cikampek. Waras pun menghubungi Iwa terkait pertemuan tersebut, yang menyampaikan jika Neneng dan Henry ingin menghadap kepada Iwa.

 (Baca juga: James Riady Akui Pernah ke Rumah Bupati Bekasi, Jaksa: Bahas Izin Meikarta?)

Dua pekan setelah itu, Waras, Neneng, Henry pun bertemu dengan Iwa di Rest Area 72 Tol Cipularang.

"Saya dikabari pak Iwa bahwa dia sedang di Rest Area KM 72 Tol Cipularang, pertemuan itu ada Neneng, Henry Lincoln dan Iwa serta Sulaeman," ujar Waras, di Pengadilan Tipikor, pada PN Bandung, Rabu (6/2/2019).

 sd

Dari pertemuan itu, Henry dan Neneng meminta bantuan kepada Iwa untuk pengurusan Raperda RT/ RW yang di dalam ada dokumen RDTR. Atas itu pun Iwa menyampaikan bahwa akan ada komitmen fee.

Kemudian menindaklanjuti pertemuan itu, mereka kembali bertemu di Pertemuan di Gedung Sate Kota Bandung. Pertemuan itu membahas pengesahan Raperda RTRW Pemkab Bekasi untuk kepentingan Meikarta.

 (Baca juga: Sidang Meikarta Akan Konfrontasi Sekda Jabar dengan DPRD dan Pemkab Bekasi soal Suap Rp1 Miliar)

Waras mengatakan, setelah pertemuan di Gedung Sate, dirinya di titipkan uang Rp100 juta dari Sulaeman yang diperuntukan untuk ‎membuat banner pencalonan Iwa Karniwa yang akan maju di Pilgub Jabar. Diketahui juga, Waras merupakan pendukung Iwa dalam pencalonan Gubernur Jabar dari PDIP pada 2018 lalu.

"Uang itu untuk banner dan dipasang di wilayah Bekasi, Depok, Purwakarta dan Karawang," kata Waras.

Setelah menerima uang tersebut, Waras pun kembali menerima uang kembali yang diketahui dari Neneng dan Henry. Waras menerima kiriman sebanyak dua kali, pertama Rp300 juta dan kedua Rp500 juta.

"‎Uang diantarkan staf saya namanya Eva. Saya dikabari Eva bahwa uang sudah diserahkan ke orangnya pak Iwa," ujar Waras.

‎Sementara itu, dari saksi Henry dan Neneng mengatakan, ‎pertemuan dengan Waras dilakukannya dua kali, yakni di KM 39 Jakarta Cikampek dan KM 72 Cipularang bersama dengan Iwa.‎

Untuk komitmen fee yang diminta, Neneng mengatakan Sulaeman sempat meminta uang Rp3 miliar. Namun uang yang terealisasi hanya Rp1 miliar dengan faktanya cuma Rp900 juta yang diserahkan, kepada Sulaeman, yang kemudian di titipkan ke Waras dan diberikan kepada Iwa.

"(Uang) untuk diserahkan ke Pak Iwa," kata Neneng dan dibenarkan pula oleh Henry.

Seluruh kesaksian Waras, Henry dan Neneng pun di bantah oleh Iwa. Iwa mengatakan, dirinya tidak menerima apalagi meminta uang yang jumlahnya sangat besar.

"Saya tidak meminta, tidak menerima uang. Saya juga tidak meminta dibuatkan banner," ujar Iwa.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini