Tepis Isu Kriminalisasi Ulama, TGB Sebut Jokowi Paling Banyak Kunjungi Pesantren

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 605 2014930 tepis-isu-kriminalisasi-ulama-tgb-sebut-jokowi-paling-banyak-kunjungi-pesantren-Di8OyQStX5.jpg Jokowi bersama TGB.

JAKARTA - Informasi bohong alias hoaks yang menyasar pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin terus ‘bergentayangan’ di media sosial. Salah satunya terkait narasi kriminalisasi ulama.

Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menilai, hoaks tersebut tidak berbasis pada fakta. "Saya pernah menyampaikan bahwa kriminalisasi ulama itu betul-betul tidak berbasis kepada kenyataan," ujarnya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Politikus Golkar itu menganggap, semua keburukan dinisbatkan kepada pemerintahan Jokowi. Untuk itu dia mengingatkan agar ketidaksukaan pada seseorang tidak menimbulkan sikap tak adil.

(Baca juga: TGB: Awas, Hoaks Agama Sedang Dimainkan untuk Memecah Belah Umat)

"Kesenangan atau ketidaksenangan itu jangan kemudian membuat kita berlaku tidak adil. Dalam Alquran jelas (diwanti-wanti), janganlah kebencian atau ketidaksenangan kepada sekelompok orang atau seseorang membawamu kepada sikap meninggalkan keadilan," terang TGB.

TGB

TGB di Posko Cemara. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Faktanya, lanjut TGB, Jokowi adalah presiden yang paling banyak mengunjungi pesantren. Hal itu tentu membantah isu yang berkembang bahwa Jokowi melakukan kriminalisasi ulama.

"Jadi semuanya harus berbasis fakta. Faktanya adalah Pak Jokowi presiden paling banyak ke pondok pesantren. Pak Jokowi menetapkan hari santri, Pak Jokowi memberdayakan ekonomi di tingkat pondok pesantren dengan menginisiasi bank wakaf mikro," jelas TGB.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini