nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi India Lakukan Perburuan Setelah Kotoran Sapi Senilai Rp24,5 Juta Hilang Dicuri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 19:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015482 polisi-india-lakukan-perburuan-setelah-kotoran-sapi-senilai-rp24-5-juta-hilang-dicuri-O8gtP2IdHn.jpg Foto: AP.

NEW DELHI – Seperti juga banyak masyarakat pertanian di dunia, petani dan warga pedesaan di India menganggap kotoran sapi memiliki nilai yang besar, menggunakannya sebagai pupuk untuk pertanian atau sebagai sumber energi rumah tangga.

Karena itu tidak mengherankan jika Kepolisian Negara Bagian Karnataka tengah memburu seorang pencuri yang menggondol jarahan bernilai 125.000 rupee (sekira Rp24,5 juta), yang terdiri dari 25 sampai 40 truk kotoran sapi. Para pencuri melakukan aksinya di sebuah fasilitas milik departemen peternakan di daerah Birur beberapa hari lalu.

Polisi telah memulai penyelidikan awal terhadap kasus ini setelah departemen peternakan melaporkan "barang hilang" ke kantor polisi setempat. Laporan polisi menyebutkan, kotoran sapi curian itu akhirnya berhasil ditemukan.

"Direktur Bersama dengan Departemen Peternakan mendekati kantor polisi Yagati dengan keluhan terkait pencurian itu," kata seorang pejabat senior kepolisian sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (8/2/2019).

Seorang pejabat kepolisian mengatakan, kotoran sapi curian itu ditemukan di tanah milik orang pribadi. Itu akan diserahkan ke departemen terkait segera.

Polisi telah menangkap seorang supervisor yang bekerja di departemen peternakan dan sedang menyelidiki lebih lanjut masalah ini. Mereka mencari petunjuk yang mungkin menunjukkan keterlibatan lebih banyak pejabat departemen.

Di India, sapi adalah hewan yang dihormati karena signifikansinya dalam agama dan kehidupan sosial di masyarakat mayoritas Hindu di negara itu. Untuk rumah tangga pedesaan, "Sapi Suci" diperlakukan dengan hormat, karena memberikan susu untuk makanan, membantu dalam pekerjaan agraria, dan kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman juga sumber energi untuk pembakaran selama hari hujan ketika pasokan kayu terbatas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini