nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Sopir Truk di Jateng Enggan Lewat Tol

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 09:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 512 2015169 ini-alasan-sopir-truk-di-jateng-enggan-lewat-tol-nElvVVXT2T.jpg Truk (Okezone)

SEMARANG — Pengusaha truk di Jawa Tengah (Jateng) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengaku tidak bisa memaksa sopir untuk melewati jalan tol Trans Jawa. Meskipun pemerintah bakal menurunkan tarif tol untuk golongan V atau truk.

Ketua Aptrindo Jateng, Candra Budiawan, menyebutkan beberapa faktor yang membuat sopir truk enggan melewati tol dan lebih memilih jalur reguler. Selain tarif tol mahal, pengemudi tidak mau jatah uang operasionalnya berkurang. Terlebih lagi selama ini pemilik truk menerapkan sistem bagi hasil dengan sopir atas upah yang diterima dari pihak ketiga atau perusahaan pemesan jasa angkut.

 Baca juga: Rusak Parah, Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta Akhirnya Diperbaiki

"Kalau lewat tol ya ongkos (upah) enggak menutup sama uang jalan. Makanya, kita juga sering anjurkan ke sopir untuk tidak lewat tol, kecuali kalau benar-benar mendesak. Seperti mengirim garmen," ujar Candra, Kamis (7/2/2019).

Candra mencontohkan untuk melintas di tol Trans Jawa dari Jakarta menuju Surabaya, sopir truk harus membayar ongkos mencapai Rp1,4 juta. Padahal pengusaha pemesan jasa angkut hanya membayar biaya pengiriman sekitar Rp6 juta.

 Baca juga: Sepanjang 319,9 Km Jalan di Pangandaran Dalam Kondisi Rusak

Besarnya upah dari perusahaan pemesan jasa angkut itu biasanya dibagi fifty-fifty antara pemilik dan sopir truk.

 https://img.solopos.com/thumb/posts/2019/02/08/970308/ilustrasi-truk-truk-usaha-jasa-logistik.-antara-didik-suhartono.jpg?w=600&h=400

"Jadi sopir ya enggak mau lewat tol. Upah mereka jadi berkurang. Tol kan mahal," imbuh Candra.

Candra menilai untuk meningkatkan minat sopir truk menggunakan jalan tol tidak hanya bisa dilakukan dengan menurunkan tarif. Namun perlu juga adanya peraturan tarif jasa angkut.

 Baca juga: Pengecoran Jalan di Pamulang Mangkrak dan Sebabkan Kecelakaan, Polisi Panggil Dinas PU Banten

"Sekarang kan enggak ada regulasi tarif jasa pengiriman dari pemerintah. Harapan kami sih ada dan disesuaikan dengan tarif tol. Baru kita bisa menerapkan tol bagi pengemudi truk," beber Candra.

Senada diungkapkan Wakil Ketua Aptrindo Jateng, Bambang Widjanarko. Menurutnya selain tarif, perlu diberikan jaminan keamanan bagi pengemudi truk yang melintas di tol. Hal itu dikarenakan selama ini ia banyak mendapat keluhan dari para sopir terkait banyaknya aksi kejahatan di tol, seperi pembegalan.

"Biasanya aksi pembegalan itu justru terjadi di rest area. Pelaku biasanya menyaru sebagai sopir truk dan merampas truk di rest area," ujar Bambang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini