"Mungkin memang beliau sudah tidak tahan lagi, bisa jadi. Selalu difitnah, dituduh antek asing. Biasanya itu bagian dari strategi juga supaya kan terkesan pak Prabowo agak ofensif. Nah ketika serangan itu terlalu banyak dari Pak Prabowo, Pak Jokowi juga tidak mau membiarkan itu terjadi," tuturnya.

Baca: TGB: Pilpres Bukan Medan Perang!
Baca: Prabowo Tuding 25% APBN Bocor, Jokowi: Jangan Asal, Laporin Aja ke KPK
Serangan balik yang diperlihatkan beberapa waktu belakangan ini oleh calon presiden nomor urut 01 itu disebut penting oleh Pangi. Namun, ia berharap serangan balik itu dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menimbulkan blunder.
"Karena kalau beliau menyerang balik, justru serangan balik itu penting, supaya tekanan-tekanan, tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Pak Jokowi itu bisa berkurang. Strategi ofensif ini apakah efektif atau tidak, ini juga perlu kita diskusikan lagi, belum tentu juga pas, belum tentu juga disukai publik," tutur Pangi.
"Karena kadang-kadang yang disenangi publik adalah aktor yang terzolimi, tapi kalau Pak Jokowi mengambil jalan untuk menyerang, cuma hati-hati betul, jangan blunder, cuma beliau mungkin sudah agak marah soal antek asing itu, kayaknya sudah numpuk gitu," kata Pangi.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.