nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT DKI Perberat Vonis Penyuap Eni Saragih Jadi 4,5 Tahun

Antara, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 14:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 337 2016348 pt-dki-perberat-vonis-penyuap-eni-saragih-jadi-4-5-tahun-Vhr5DmE1n0.jpg Johannes Kotjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman pemegang saham Blakgold Natural Resources (BNR) Ltd Johanes Budisutrisno Kotjo dari 2 tahun 8 bulan penjara menjadi 4,5 tahun penjara. Ia terbukti menyuap Anggota Komisi VII DPR Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih senilai Rp4,75 miliar.

"Menjatuhkan kepada terdakwa Johanes Budisturisno Kotjo dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sejumlah Rp250 juta, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurunsan selama 6 bulan," demikian petikan putusan banding PT DKI Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (11/2/2019).

Putusan itu diambil oleh majelis hakim banding yang diketuai Daniel Dalle Pairunan dengan anggota I Nyoman Adi Juliasa, Achmad Yusak, Hening Tyastanto dan Rusydi. (Baca Juga: Sidang PLTU Riau-1, Tiga Saksi Dihadirkan untuk Idrus Marham)

Johannes Kotjo 

Sebelumnya, pada 13 Desember 2018 lalu, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Kotjo 2 tahun 8 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan berdasarkan dakwaan pertama dari Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Dalam perkara ini, Johannes Budisutrisno Kotjo dinilai terbukti menyuap Eni Maulani Saragih Rp4,75 miliar guna memperlancar pengadaan proyek IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW di Peranap, Indragiri Hulu, Riau.

(Baca Juga: Dituntut 8 Tahun Penjara, Eni Saragih: Saya Hanya Diperintah)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini