nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cleaning Service Dikeroyok 4 Siswa dan 1 Orangtua, Pelaku Belum Ditahan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 340 2016295 cleaning-service-dikeroyok-4-siswa-dan-1-orangtua-pelaku-belum-ditahan-IGVj3wfSDN.jpg Olah TKP kasus pengeroyokan di SMPN 2 Galesong Takalar. (Foto : Dok Polres Takalar)

MAKASSAR – Faisal Dg Pole (38), seorang cleaning service sekaligus sekuriti di SMP Negeri 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, babak belur dihajar siswanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban dianiaya 4 siswa serta satu orangtua murid. Saat ini kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Muhammad Warpa mengatakan, saat ini belum ada pelaku yang ditahan. Itu karena pihaknya baru melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta mengumpulkan bukti-bukti.

"Iya kita sudah olah TKP tadi. Nanti perkembangan dilaporkan. Saat ini belum ada yang ditahan. Baru pengumpulan bukti-bukti," ujar Warpa kepada Okezone, saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Olah TKP kasus pengeroyokan di SMPN 2 Galesong Takalar. (Dok Polres Takalar)

Ia mengatakan, penganiayaan terjadi pada Sabtu, 9 Februari 2019, sekira pukul 15.00 Wita. Penganiyaan terjadi saat korban sedang memungut sampah di luar kelas. Kemudian siswa mengejek korban dengan kata-kata kasar.

Korban tersinggung lalu menampar salah satu siswa dengan menggunakan tangan. Kemudian siswa inisial I pulang ke rumah dan menyampaikan perihal kejadian tersebut kepada orangtuanya.

Faisal Dg Pole, cleaning servis di SMPN 2 Galesong Takalar, yang dikeroyok siswa. (Istimewa)

Tak lama kemudian orangtua siswa tersebut mendatangi korban di sekolah. Kemudian orangtua itu memerintahkan anak beserta 3 temannya untuk memukul korban. Para siswa itu lalu menganiaya korban.

(Baca Juga : Cleaning Service SMP di Takalar Dikeroyok Siswa dan Dikatain Pegawai Najis)

Mereka memukul korban menggunakan sapu ijuk bergagang besi yang mengenai kepala sebelah kiri korban. Akibatnya, Faisal mengalami luka robek di kepala sebelah kiri. Tak hanya itu, orangtua siswa tersebut ikut memukul korban.

"Barusan kita olah TKP. Iya kita sudah olah TKP tadi. Nanti perkembangan dilaporkan. Baru pengumpulan bukti-bukti. Pelakunya juga anak dibawah umur. Di bawah 14 tahun," kata Warpa.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini