Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Harga BBM Turun Dikaitkan dengan Pilpres, Ini Penjelasan Moeldoko

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Senin, 11 Februari 2019 |12:32 WIB
Harga BBM Turun Dikaitkan dengan Pilpres, Ini Penjelasan Moeldoko
KSP Moeldoko (OKezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejak 10 Februari 2019, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Tak sedikit yang berasumsi kalau keputusan itu dibuat jelang Pemilu 2019.

Seperti diketahui, harga Premium turun Rp100 dari Rp6.550 per liter menjadi Rp6.450 per liter. Sementara itu, untuk harga BBM nonsubsidi turun sekira Rp50-800 per liternya, kecuali pertalite yang tetap di harga tersebut.

 Baca juga: PDIP Benarkan Anggaran Bocor, Tapi Tak Sampai Rp500 Triliun

Terkait mengenai asumsi keputusan tersebut dibuat jelang Pemilu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan penjelasan kepada awak media saat menghadiri rapat koordinasi bidang kehumasan dan hukum yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 Moeldoko

"Saya pikir begini, janganlah kita menistakan teman-teman kita yang menderita sekian lama teman kita yang ada di Papua, Kalimantan," ujar Moeldoko saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

 Baca juga: Diduga Penyusup di Deklarasi Dukung Jokowi, 3 Kuli Proyek Diamankan

Dirinya mengatakan, keputusan tersebut dibuat karena melihat penderitaan puluhan tahun daerah-daerah selain Jawa, Madura dan Bali (Jamali) karena harga BBM. “Harga kita hanya Rp6.400, di sana kalau cuacanya buruk kadang kadang sampai Rp100 ribu," ujarnya.

Moeldoko menegaskan bahwa turunnya harga BBM itu bukan dikarenakan Pemilu 2019, melainkan karena memang Presiden Joko Widodo yang peduli dengan kondisi harga BBM yang terdapat di daerah-daerah perbatasan, sehingga terjadi pemerataan.

 Baca juga: Survei CRC: Prabowo-Sandi Hanya Unggul di Pulau Sumatera

"Makanya sering presiden berseloroh di Jawa ini harga bensin dinaiki seribu demonya 3 bulan. Padahal teman-teman kita yang ada di perbatasan sana harga BBM 30 ribu puluhan tahun enggak ada yang peduli," ungkap Moeldoko.

Dirinya pun mengeluhkan di saat presiden peduli akan BBM, namun dikoreksi karena urusan pemilu. “Bukan (itu maksudnya), presiden bekerja untuk pemerataan ekonomi, pembangunan sosial, dan seterusnya. Jadi pandangan itu menurut saya perlu diarahi oleh orang di pedalaman," tegasnya.

(Fakhri Rezy)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement