nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Tindak Lanjuti Kasus 4 Siswa Keroyok Cleaning Service

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 21:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 609 2016566 kpai-tindak-lanjuti-kasus-4-siswa-keroyok-cleaning-service-qmO28Dj0fq.jpg Ketua KPAI Susanto (Foto: Ist)

JAKARTA - Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Usai kasus seorang siswa PGRI di Gresik mengancam gurunya, kini siswa berinisial I dari SMP Negeri 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan diduga mengeroyok cleaning service sekolahnya (OB).

Mendapat informasi tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan menindaklanjutinya. Susanto selaku Ketua KPAI mengatakan, pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk menanyakan posisi dari kasus yang terjadi.

"Terkait kasus ini kami akan berkoordinasi dulu dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah," ujar Susanto kepada Okezone, Senin (11/2/2019).

(Baca Juga: Cleaning Service SMP di Takalar Dikeroyok Siswa dan Dikatain Pegawai Najis)

KPAI perlu mengetahui lebih faktual mengenai kejadian tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Posisi kasusnya seperti apa, sehingga hal ini terjadi. Apakah betul orangtua yang menyuruh anak melakukan itu. Ini nanti akan kami koordinasikan," katanya.

Cleaning service yang dikeroyok

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang cleaning service di SMP Negeri 2 Galesong, Faisal Dg Pole mendapatkan ejekan, dan ucapan kasar dari siswa berinsial I tersebut ketika sedang melakukan tugasnya.

Merasa tersinggung, Faisal pun memilih untuk menampar murid tersebut. Tak terima diperlakukan seperti itu, siswa berinisial I langsung mengadu kepada orangtuanya ketika pulang ke rumah.

Orangtua dari siswa tersebut justru memerintahkan anaknya beserta 3 temannya untuk memukul korban. Para siswa itu lalu menganiaya korban dengan menggunakan sapu ijuk bergagang besi.

(Baca Juga: Cleaning Service SMP Takalar dan 4 Siswa Sepakat Berdamai)

Menurut Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Muhammad Warpa mengatakan, hingga saat ini belum ada pelaku yang ditahan. Pihaknya baru melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta mengumpulkan bukti-bukti.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini