nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil 10 Saksi Terkait Korupsi Proyek Infrastruktur Waskita Karya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 337 2017252 kpk-panggil-10-saksi-terkait-korupsi-proyek-infrastruktur-waskita-karya-TgTbUoKjVd.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap 10 saksi ‎terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Sepuluh saksi tersebut yakni, Kadiv Waskita Karya, Fathor Rachman; Mantan Kepala Proyek JORR W1 dan Tol Cinere Jagorawi Seksi 1 Waskita Karya, Yahya Mauludin; Pensiunan PT Waskita Karya, Tri Mulyo Wibowo; Pegawai PT Waskita Beton Precast, Agus Santoso.

Kemudian, Kasie Adkon proyek Bandar Kualanamu Meda‎n Baru PT Waskita Karya, Hendro Koesbiantoro; Adon Proyek Kualanamu PT Waskita Karya, Mujiman; Kepala Proyek Merak-Balaraja PT Waskita Karya, FX Sutopo Broto; Kasie Tekhnik dan Administratif kontrak proyek Bendungan Jati Gede, Abdul Kholiq; serta Kasie Keuangan proyek tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa paket 2, Ronny Nawantoro.

"Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka YAS (Yuly Ariandi Siregar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Sementara satu saksi lainya yakni, Wakadiv Sipil PT Waskita Karya, Fakih Usman akan diperiksa untuk proses penyidikan tersanga Fathor Rachman. Belum diketahui apa yang akan diusut KPK terkait pemanggilan sejumlah saksi dari PT Waskita Karya itu.

KPK disinyalir sedang melakukan pengembangan terkait perkara ini. Dugaan tersebut muncul setelah tim penyidik KPK menggeledah tiga lokasi di Jakarta sejak Senin hingga Selasa, kemarin. Salah satu rumah yang digeledah milik, Dirut PT Jasa Marga, Desi Aryyani.

Penggeledahan lainnya di dua rumah milik pensiunan PNS Kementerian PUPR daerah Jakarta Timur. ‎Dari tiga lokasi tersebut, tim penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen terkait proyek fiktif Waskita Karya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) dan mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Kedua pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya.

Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

Fathor dan Ariandi diduga telah menunjuk empat perusahaan sub kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Ilustrasi Korupsi

Empat perusahaan sub kontraktor yang telah ditunjuk Ariandi dan Fathor tidak mengerjakan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Namun, PT Waskita Karya tetap melakukan pembayaran terhadap empat perusahaan sub kontraktor tersebut.

Selanjutnya, perusahaan-perusahan sub-kontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Diduga, telah terjadi kerugian keuangan negara sekira Rp186 miliar. Perhitungan kerugian keuangan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya epada perusahaan-perusahaan sub kontraktor pekerjaan fiktif.

Atas perbuatanya, dua pejabat PT Waskita Karya itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199c9 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.‎

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini