nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikawal Ketat Petugas, Napi Teroris Asal Bima Bebas dari Lapas Pekanbaru

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 13:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 340 2017311 dikawal-ketat-petugas-napi-teroris-asal-bima-bebas-dari-lapas-pekanbaru-Ildn7ksy1j.jpg Foto Ilustrasi Okezone

PEKANBARU - Seorang narapidana kasus terorisme bernama Rio Adi Putra menghirup udara segar. Pria asal Bima ini sudah menjalani masa hukuman selama 4 tahun penjara.

Rio keluar dari Lembaga Permasyaratan Kelas IIA Pekanbaru, pada Selasa 12 Februari 2019 pukul 10.00 WIB. Namun proses pembebesan kasus radikalisme mendapat pengawalan ketat dari aparat.

Kepala Kepala Lapas Kelas II A Pekanbaru, Yulius Sahruza mengatakan setelah melakukan proses admistrasi, pihaknya langsung menyerahkan Rio ke pihak berwenang.

"Prosedurnya, saat akan dilakukan pembebasan kita harus berkordinasi dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hari ini perwakilan memjemputnya. Rio ini bebas murni," kata Yulius kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

 dds

Selain dari BNPT, sejumlah aparat lain juga ikut mengawal pembebasan Rio yang sudah ditahan sejak tahun 2015.

"Dari pihak Polda Riau dan TNI juga datang menjemput Rio," imbuhnya.

Usai keluar dari Lapas Kelas IIA yang berada di Jalan Kapling, Pekanbaru, Rio dibawa pakai menggunakan mobil menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Selanjutnya Rio diterbangkan menuju Jakarta.

Yulius menegaskan, bahwa Julius memang harus dikawal dan mendapatkan pemahaman lebih lanjut agar tidak terlibat lagi radikalisme. Sekeluarnya dari Lapas Rio diharapkan bisa berbaur dengan warga dan tidak menyebarkan pemahaman agama yang menyesatkan.

 sd

"Rio sudah menjalani masa penahananya. Dia tidak terlibat kasus radikalisme di Pekanbaru, tapi di tempat lain. Sebelum di Pekanbaru, Rio pernah ditahan di Brimob Kelapa 2. Usai sampai Jakarta dia akan dibawa ke Bima," imbuhnya.

Dengan bebasnya Rio, Yulius menegaskan bahwa Lapas Pekanbaru tidak ada melakukan warga binaan kasus radikalisme.

"Sudah tidak ada lagi terpidana terorisme lagi. Rio yang terakhir," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini