nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Terjadi Bencana, Kapolri Jelaskan Pentingnya SDM Dalam Institusi Polri

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 20:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 609 2017593 saat-terjadi-bencana-kapolri-jelaskan-pentingnya-sdm-dalam-institusi-polri-Dpzi6cas7t.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membuka Rakernis SDM Polri 2019 sekaligus me-launching 12 aplikasi yang akan diluncurkan dalam penerimaan Polri dan kegiatan Polri dengan tema SDM Polri siap menghadapi Revolusi Industri di Swiss Bell Hotel Makassar, Rabu (13/2/2019).

Tito mengatakan sumber daya manusia (SDM) di institusi kepolisian menjadi sangat penting. Terutama institusi yang memiliki otoritas keamanan.

"Kita tahu SDM ini sangat penting, karena berbeda dengan instutusi-institusi yang lain. Terutama institusi yang memiliki otoritas keamanan. Polri ini adalah aset utamanya SDM, bukan alutsista," kata Kapolri dalam sambuatannya saat membuka acara.

Kapolri mencontohkan, seperti hancurnya beberapa kantor polisi di Lombok NTT dan wilayah Sulteng akibat bencana alam, tapi aktivitas kedinasan harus tetap berjalan.

"Polres boleh hancur, terbakar, tapi selama ada anggotanya, itu organisasi terap berjalan. Gempa yang terjadi Sulteng, kantor Dirlantas hancur, Pol air hancur, masih bisa jalan," kata Tito.

Baca Juga: Kapolri Fokus Amankan 'Pertarungan' di Pileg 2019

Kapolri Tito

Saat menuju lokasi bencana, Tito mengaku melihat banyak kerusakan terjadi di mana-mana, termasuk Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie. "Begitu saya datang ke sana, semua transportasi terkunci, landasan bandara sepanjang 2400 meter, 400 meternya retak. Pesawat besar tidak bisa masuk," kata Tito.

Namun begitu, Tito menyayangkan jika tidak ada sistem komando yang berjalan saat bencana terjadi. "Saya datang ke sana, tanya Kapolda, Kapoldanya iya-iya, tapi saya lihat. Kenapa? Diperintah siapa? Di situ bintang 5 kek, tapi yang mau diperintah tidak ada, siapa yang diperintah? Karena semuanya ke keluarga masing-masing. Tidak ada sistem komando," ungkapnya.

"Anggotanya tidak tahu ke mana, tidak bisa dihubungi, HT juga mati. Akhirnya terjadi penjarahan, masyarakat panik. Bahkan ada anggota polisi ketangkap juga, ikut menjarah juga, karena apa? Karena lapar, ingin ikut survive untuk keluarganya. Artinya apa? Itulah pentingnya SDM, di lombok beberapa kantor hancur, tapi anggotanya ada. Tapi begitu manusianya tidak ada..." lanjut Tito.

Oleh karena itu, pengelolah SDM kata Tito harus serius dalam keberhasilan visi misi Polri. Itu tergantung dari SDM.

"Itulah SDM, aset Polri adalah SDM. Poin yang disampaikan di sini adalah, Polres kantornya ada polsek, selagi sumber manusia ada," ungkapnya.

Baca Juga: Kapolri dan Polisi Australia Bahas Pencegahan Kejahatan Transnasional

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini