Garda Revolusi di wilayah Iran tenggara mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan bahwa satu unit angkatan daratnya sedang dalam perjalanan dari wilayah perbatasan pada Rabu (13/2/2019) ketika mobil berisi bom meledak di samping bus.

Garda Revolusi menuding para "teroris takfiri dan tentara bayaran badan-badan intelijen dari penguasa hegemoni". "Takfiri" adalah istilah yang digunakan untuk menyebut ekstremis Sunni yang menganggap pemeluk bukan Sunni sebagai kafir.
Dalam pernyataan itu tidak dirinci siapa yang dimaksud dengan "penguasa hegemoni". Tetapi, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengaitkan pengeboman itu dengan pertemuan yang disponsori oleh Amerika Serikat tentang keamanan Timur Tengah di Warsawa, Polandia. Dalam pertemuan dibahas pula aktivitas Iran di kawasan Timur Tengah.
"Bukankah kebetulan Iran diguncang teror di hari yang sama dengan hari pertama #WarsawCircus?" Demikian cuitan Mohammad Javad Zarif, Rabu.