nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump dan Presiden Kolombia Bahas Upaya Singkirkan Kediktatoran Maduro di Venezuela

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 08:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2017715 trump-dan-presiden-kolombia-bahas-upaya-singkirkan-kediktatoran-maduro-di-venezuela-UgQBD7Aq8v.jpg Presiden Trump dan Kolombia (Reuters)

AMERIKA SERIKAT - Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Kolombia, Ivan Duque, bertemu Rabu (13/2/2019) di Washington. Pembicaraan mereka berfokus pada upaya untuk menyingkirkan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang beraliran kiri dari kekuasaan.

"Kita ingin mengakhiri kediktatoran brutal di Venezuela," kata Duque pada awal pembicaraan mereka di Gedung Putih.

 Baca juga: Maduro Pimpin Latihan Militer Terbesar Venezuela di Tengah Kemungkinan Invasi AS

Trump mengatakan Venezuela "dalam kekacauan. Rakyat diperlakukan dengan sangat buruk. Saya tidak senang dengan hal itu."

 Donald Trump

Pemimpin AS itu mengatakan sedang mempertimbangkan "semua pilihan," tetapi menolak membahas pilihan tersebut, meskipun AS tidak mengesampingkan intervensi militer.

 Baca juga: Trump: Penggunaan Kekuatan Militer di Venezuela adalah "Suatu Opsi"

AS dan beberapa pemerintah Barat mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai pemimpin yang sah di Caracas. Trump menyebut Guaido "sangat berani," dan menambahkan pemecatan Maduro menurutnya akan berhasil.

Duque mengatakan, "Kita perlu memberi (Guaido) dukungan yang lebih kuat untuk memimpin Venezuela."

Trump mengatakan larangan Maduro membiarkan bantuan kemanusiaan, sebagian besar dipasok oleh AS menyeberangi perbatasan Kolombia ke Venezuela menunjukkan itikad buruk karena rakyat kelaparan.

 Baca juga: Cegah Bantuan Kemanusiaan, Tentara Venezuela Blokir Perbatasan

Duque mengatakan, "Menghalang-halangi bantuan kemanusiaan adalah kejahatan terhadap kemanusiaan."

Kolombia telah menampung sebagian besar dari dua juta lebih rakyat Venezuela yang melarikan diri dari kekacauan, kemiskinan dan kekerasan politik di tanah air mereka. Tetapi Maduro menghambat bantuan kemanusiaan itu karena menurutnya membiarkan bantuan masuk akan menyebabkan invasi militer AS.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini