nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Oposisi Venezuela Nyatakan Akan Pulihkan Hubungan dengan Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 14:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2017890 pemimpin-oposisi-venezuela-nyatakan-akan-pulihkan-hubungan-dengan-israel-mOv2weMf09.jpg Pemimpin Oposisi Venezuela, Juan Guaido. (Foto: AFP)

CARACAS – Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengatakan bahwa dirinya tengah berusaha untuk memulihkan hubungan diplomatik negara Amerika Latin itu dengan Israel, salah satu negara pendukungnya. Caracas telah memutuskan hubungannya dengan Tel Aviv sepuluh tahun lalu sebagai bentuk solidaritas pada Palestina.

Dalam wawancara dengan surat kabat Israel, Hayom pada Selasa, Guaido mengatakan bahwa dia sedang melakukan proses untuk memulihkan hubungan diplomatik antara Venezuela dengan Israel.

BACA JUGA: Uni Eropa Dukung Juan Guaido Jadi Presiden Sementara Venezuela

"Saya sangat senang melaporkan bahwa proses menstabilkan hubungan dengan Israel sedang mencapai puncaknya," kata Guaido kepada Hayom sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (14/2/2019).

"Pertama kita akan memulihkan hubungan, maka kita akan mengumumkan penunjukan seorang duta besar untuk Israel, dan kami sangat berharap seorang utusan akan datang ke sini dari Israel," tambahnya.

Pria yang memproklamirkan diri sebagai presiden interim Venezuela itu juga mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar Venezuela ke Yerusalem yang diklaim Israel sebagai ibu kota negaranya.

"Saya akan mengumumkan dimulainya kembali ikatan dan lokasi kedutaan pada waktu yang tepat," katanya,” ujarnya.

Pada Januari, Israel mengikuti sekutunya, Amerika Serikat mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela. Jika terlaksana, kebijakan Guaido terhadap Israel akan menandai perubahan besar dari kebijakan luar negeri Venezuela yang selama ini mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

BACA JUGA: Dituduh Berkomplot dengan Asing, Venezuela Selidiki dan Bekukan Aset Pemimpin Oposisi

Pada masa pemerintahan Presiden Hugo Chavez, Venezuela memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel sebagai protes atas tindakan Negara Zionis itu dalam perang di Gaza tahun 2008-2009.

Perang berdarah itu telah menewaskan 1.400 warga Palestina dan berbagai kerusakan infrastruktur akibat pengeboman tanpa henti selama 22 hari yang dilakukan Israel di Gaza.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini