Dirinya mengatakan, pembangunan semasa Jokowi seperti 3.432 km jalan, 947 km tol, 10 bandara baru, 19 pelabuhan, palapa ring yang menjangkau 457 kabupaten, 17 bendungan, ribuan embung dan saluran irigasi, listrik yangg rasio elektrifikasi mencapai 98,3 %. Bukan hanya sekadar itu, tapi Jokowi juga membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan rakyat, seperti penyediaan air bersih (SPAM), pembangunan jalan desa, MCK dan juga infrastruktur dasar yang lain.
Baca juga: TKN Silaturahmi dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS
“Kubu 02 sering mencibir apa yang dikerjakan sebagai Pak Jokowi sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat bagi rakyat. Mereka harusnya lebih sering turun bertanya pada rakyat karena mereka yang merasakan manfaat dari apa yang dibangun Pak Jokowi. Infrastruktur bukan hanya memperlancar konektivitas, menurunkan biaya logistik, tapi juga mempersatukan Indonesia,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok jelas membuka banyak lapangan pekerjaan. Bukan saja yang besar tapi juga pembangunan infrastruktur dasar yang kecil juga dibangun dengan dana desa yang disalurkan melalui sistem padat karya tunai.
Merespons keberhasilan permbangunan infrastruktur yang luar biasa dalam waktu yang pendek, dirinya mengatakan, kubu 02 pasti akan nyinyir pada hal-hal yang klise soal dominasi BUMN dalam pembangunan infrastruktur, soal pembiayaan infrastruktur yang disebut mereka banyak dari sumber utang, soal kemahalan biaya infrastruktur, kualitas infrastruktur sampai dengan kasus korupsi dalam proyek infrastruktur.