Share

Menteri Amran Saksikan Banjir Jagung di Tuban

Risna Nur Rahayu, Okezone · Jum'at 15 Februari 2019 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 15 1 2018338 menteri-amran-saksikan-banjir-jagung-di-tuban-A3EVjVt1Sw.jpg Menteri Amran saat meninjau panen raya jagung di Tuban (Foto: Kementan)

TUBAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali turun ke lapangan guna menyaksikan langsung panen jagung di berbagai daerah sentra produksi, Jumat (15/2/2019). Menteri Amran menyaksikan banjir jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur sekaligus melalukan panen raya di Desa Talun, Kecamatan Montong.

"Tuban saat ini banjir jagung. Luas panennya 50 ribu hektare. Total produksinya 400 sampai 500 ribu ton. Artinya ada 1,5 juta ton. Ini baru Tuban produksi di Bulan Februari. Sekarang jagung sudah tersedia di petani, bahkan dalam waktu dekat, kita ekspor jagung," demikian ditegaskan Menteri Amran saat menyaksikan panen raya yang dihadiri Bupati Tuban, Fathul Huda, Asisten Deputi Sekretariat Kabinet, Ida Dwi Nilasari, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Ilyas Payong dan lebih dari 10 ribu petani Tuban dan sekitarnya.

Lebih lanjut Amran menuturkan, pada 2018 Indonesia mengekspor jagung sebanyak 380 ribu ton. Di tahun ini, ekspor ditargetkan lebih tinggi lagi yakni 500 ribu ton yang diproduksi dari daerah sentra seperti Gorontalo, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan.

"Untuk harga jagung saat ini bervariasi, tergantung wilayah. Beberapa daerah dihargai Rp3.500 per kilogram. Kami sudah dapat laporan, Sumatera sudah panen, Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga sudah panen," tuturnya.

kementan 

Berangkat dari banjir dan melimpahnya produksi jagung saat ini, pada kegiatan di Tuban Menteri Amran membuat kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian (Kementan)-Pemerintah Daerah Tuban-Bulog-peternak-petani yang bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga jagung di tingkat petani dan peternak sehingga rantai distribusi terpotong menjadi efisien. Juga dilakukan transaksi jual beli jagung petani yang dibeli oleh Bulog secara tunai sebanyak 100 ton.

"Kesepakatan ini, kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung. Yang di tengahnya ada Bulog. Pemerintah hadir, sehingga dua-duanya untung. Petani untung, peternak tersenyum, juga pengusahanya untung," ujar Amran.

Sementara itu, Bupati Tuban, Fathul Huda menegaskan program dan bantuan Kementan telah memberikan dampak besar terhadap kemajuan budidaya jagung di Tuban yakni sebagai penghasil jagung nomor satu di Provinsi Jawa Timur. Realisasi luas tanam jagung 2018 di Tuban mencapai 113.290 ha dari target hanya 109 ha, sehingga produksi jagung di Tuban saat ini sangat melimpah.

"Ini adalah keberhasilan luar biasa, berkat kunjungan Bapak Menteri Pertanian ke Tuban selama empat tahun berturut-turut dan perhatian dari Bapak Presiden Jokowi. Kita wajin bersyukur. Kita wajib pertahankan Tuban, sebagai nomor satu penghasil jagung," tegas Fathul.

Wantono (47), salah seorang penyuluh pertanian sekaligus petani jagung di Grabakan, Tuban mengungkapkan, Tuban salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur dan saat ini petani di Tuban sedang melangsungkan panen raya jagung. Karenanya, ia meminta baik pemerintah daerah maupun pusat agar tidak mengadakan impor jagung.

"Jika ada impor, petani kecil atau gurem sangat merasakan dampak negatifnya. Kemudian, pihak-pihak yang inginkan impor jagung, silahkan berhubungan dengan pemerintah daerah, khususnya Tuban untuk menanyakan stok jagung," ungkapnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini