nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kondisi 9 Gunung Api di Indonesia, dari Level Waspada hingga Awas

Neneng Hasanah, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 15 337 2018401 ini-kondisi-9-gunung-api-di-indonesia-dari-level-waspada-hingga-awas-oBKCv8vx8n.jpg Gunung Ibu (BNPB)

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) kembali menginformasikan hasil pantauan terhadap sejumlah gunung api di Indonesia. Dari 127 gunung aktif di Indonesia, sebanyak 69 gunung yang dipantau secara terus-menerus selama 24 jam/hari.

Berdasarkan pantauan PVMBG, dari 69 gunung tersebut, sebanyak 20 gunung yang terus menggeliat dengan status waspada hingga awas. Misalnya, Gunung Merapi di level waspada, Gunung Agung di level siaga, dan Gunung Sinabung yang di level bahaya (awas).

Berikut ini kondisi sembilan gunung api di Indonesia hasil pantauan PVMBG milik Badan Geologi Kementrian ESDM, yang dihimpun Okezone pada Jumat (15/2/2019).

 Baca juga: PVMBG Imbau Warga Jangan Beraktivitas di Radius 7 Km Kawah Gunung Sinabung

1. Gunung Sinabung, Sumatera Utara

Gunung Sinabung masih berstatus awas (Level IV), level tertinggi untuk menggambarkan bahaya gunung api. Gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi sejak 2013 silam.

 Gunung sinabung

Berdasarkan rekaman seismograf, Sinabung alami 13 kali gempa hembusan, satu kali gempa tornilo, dan satu kali gempa tektonik lokal pada Kamis 14 Februari 2019 kemarin.

“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi sekitar 300 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat,” tulis PVMBG dalam laporan tersebut.

Masyarakat atau wisatawan pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah sektor sekitar Sinabung. Selain itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung haru tetap waspada potensi banjir lahar terutama saat hujan lebat.

“Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur,” imbaunya.

 Baca juga: Gunung Agung Kembali Erupsi, Karangasem Dilanda Hujan Abu

2. Gunung Agung, Bali


Gunung Agung masih menggeliat dengan status siaga (Level III). Sejak kemarin hingga pagi tadi visual gunung api jelas sampai tertutup kabut. Angin pun bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan barat.

“Asap kawah utama teramati berwarna putih tipis-sedang setinggi 200 m dari puncak. Teramati letusan dengan tinggi 200 m dengan warna asap putih,” jelas PVMBG.

 Gunung Agung

Gunung setinggi 3.142 mdpl itu telah mengalami satu kali gempa letusan, dua kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dan empat kali gempa tektonik jauh. Hal tersebut tercatat oleh rekaman seismograf pada Kamis 14 Februari 2019.

Selanjutnya, gunung tersebut kembali mengalami kegempaan pada 15 Februari 2019 pukul 00.00 WITA hingga pukl 06.00 WITA, yaitu satu kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Gunung Agung mulai erupsi sejak 21 November 2017 dan letusan terakhir pada 23 Januari 2019. Alhasil, masyarakat sekitar dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung dan diimbau waspada potensi banjir lahar dingin untuk yang bermukim di sekitar sungai berhulu di Gunung Agung.

 Baca juga: Berangsur Normal, Aktivitas Tremor Gunung Soputan Cenderung Menurun

3. Gunung Soputan, Sulawesi Utara

 

Gunung Soputan mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung tersebut pun masih di level siaga hingga hari ini. Rekaman seismograf pada Kamis 14 Februari 2019 mencatat, Soputan alami enam kali gempa guguran, dua kali gempa hembusan, dan lima kali gempa tektonik jauh.

Gunung Soputan (BNPB)

Sejak kemarin hingga pagi tadi visual gunung api tersebut tampak tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih tipis, setinggi 100 meter dari puncak. Angin pun bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat laut.

Masyarakat pun direkomendasikan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, dalam wilayah sektor arah barat-barat daya sejauh 6,5 kilometer yang merupakan daerah bukaan kawah. Hal tersebut untuk menghindari ancaman guguran lava dan awan panas.

 Baca juga: Selain Karangetang, Ini 7 Gunung Api Aktif di Sulut yang Patut Diwaspadai

4. Gunung Karangetang, Sulawesi Utara

Gunung Karangetang juga masih di level siaga. Rekaman seismograf kemarin mencatat, gunung setinggi 1.827 m dpl itu telah alami 27 kali gempa guguran, 30 kali gempa hembusan, dua kali gempa vulkanik dangkal, dan tiga kali gempa vulkanik dalam. Selain itu, sembilan kali gempa tektonik jauh, dua kali gempa hybrid, dan tremor menerus dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm.

 Gunung Karangetang

Visual gunung tersebut tampak terlihat jelas hingga tertutup kabut sejak kemarin hingga pagi tadi. Asap kawah teramati putih tebal setinggi 400 meter. Hembusan asap dari kawah II tampak putih kebiruan setinggi 50-150 meter di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat laut. Suara gemuruh lemah sampai agak kuat pun terdengar hingga pos PGA.

Masyarakat diimbau tidak mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 2,5 km dari puncak kawah dua (utara) dan kawah utama (selatan). Radius 3 km sektor kawah dua ke arah barat-barat laut, serta radius 4 km sektor barat laut-utara.

Kemudian, masyarakat yang bermukim di sekitaran sungai berhulu di Gunung Karangetang pun diharapkan agar waspada potensi lahar hujan dan banjir bandang. Serta siapkan masker untuk antisipasi terjadinya hujan abu.

 Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

5. Gunung Anak Krakatau, Lampung

Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus siaga (Level III). Peningkatan aktivitas terjadi sejak 27 Desember 2018 lalu. Dari kemarin hingga pagi tadi visual gunung api tampak jelas hingga tertutup kabut.

“Asap kawah utama tidak teramati di atas puncak. Angin bertiup lemah hingga ke arah barat laut dan timur,” ungkap PVMBG dalam keterangan tertulis.

 Gunung Anak Krakatau

Sebagaimana catatan rekaman seismograf, Anak Krakatau alami satu kali gempa letusan, 21 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik jauh yang terasa pada skala III MMI, serta tremor menerus dengan amplitude 1-10 mm, dominan 2 mm. Masyarakat pun dilarang untuk mendekat kawah dalam radius 5 kilometer.

6. Gunung Merapi, Jawa Tengah-Yogyakarta

Gunung Merapi tidak mengalami erupsi secara menerus sehingga aktivitas masih di level waspada. Rekaman seismograf pun mencatat, gunung setinggi 2.968 mdpl itu alami 24 kali gempa guguran, satu kali gempa hybrid, satu kali gempa low frekuensi, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa tektonik jauh.

 Gunung Merapi

“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan timur laut. Asap kawah utama teramati berwarna putih tebal setinggi 20 m dari puncak. Teramati guguran lava ke arah Kali Gendol sejauh 400 m,” jelasnya.

Masyarakat pun direkomendasikan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat diharapkan agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi gunung tersebut.

 Baca juga: Merapi Kerap "Batuk", Jalur Evakuasi Masih Rusak Parah

7. Gunung Dukono, Halmahera

Gunung Dukono juga masih pada level waspada, meskipun mengalami erupsi terus-menerus. Sejak kemarin hingga pagi tadi, visual puncak gunung terpantau jelas tertutup kabut. Asap kawah utama tidak terlihat di atas puncak. Angin pun bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan.

 Gunung Dukono (Halmahera.com)

“Melalu rekaman seismograf tanggal 14 Februari 2019 tercatat: 2 kali gempa letusan, 1 kali gempa vulkanik dalam, 13 kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo 0,5-6 mm, dominan 2 mm,” lapor PVMBG.

Masyarakat atau pengunjung pun diminta untuk tidak beraktivitas di dekat Kawah Malupang Warirang dalam radius 2 kilometer.

 Baca juga: Gunung Dukono Kembali Erupsi, Bandara Gamar Malamo Ditutup hingga Besok

8. Gunung Ibu, Halmahera

 

Gunung Ibu menjadi gunung api aktif yang juga berstatus level II atau wasapada. Gunung setinggi 1.340 mdpl ini telah mengalami erupsi menerus sejak 2008 silam.

Rekaman seismograf pun mencatat, pada 14 Februari kemarin, gunung tersebut mengalami 92 kali gempa letusan, 70 kali gempa hembusan, 31 kali gempa guguran, 45 kali gempa tremor harmonik, lima kali gempa tornilo, dan dua kali gempa tektonik jauh.

 https://img.okeinfo.net/content/2019/01/12/340/2003583/gunung-ibu-meletus-status-tetap-waspada-NWp2HWYece.jpg

Berdasarkan hasil pantauan, sejak kemarin hingga pagi tadi visual puncak gunung tampak jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati putih hingga kelabu setinggi 200 meter sampai 600 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan utara.

Masyarakat atau wisatawan pun diimbau agar tidak beraktivitas dalam radius 2 km, serta perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

 Baca juga: PVMBG: Gunung Ibu Sudah 174 Kali Alami Gempa

9. Gunung Gamalama, Maluku Utara

Gunung Gamalama, Kamis 14 Februari 2019 kemarin tercatat dilanda 12 kali gempa tektonik dan tiga kali gempa tektonik lokal. Levelnya pun masih waspada.

 Gunung Gamalama

Gunung setinggi 1.715 mdpl ini mengalami erupsi minor pada 4 Oktober 2018 pukul 11.52 WIT. Tinggi kolom abu pun mencapai 250 meter di atas puncak.

 Baca juga: 3 Kelurahan di Ternate Terpapar Abu Vulkanik Gunung Gamalama

Sejak kemarin hingga pagi tadi, visual gunung tampak tertutup kabut. Asap kawah utama pun tidak teramati dan angin lemah ke arah selatan. Masyarakat dilarang lakukan aktivitas dalam radius 1,5 km.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini