Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Pemilu, Radikalisme Disebut Pindah ke Medsos Lewat Akun Bodong

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Sabtu, 16 Februari 2019 |23:29 WIB
Jelang Pemilu, Radikalisme Disebut Pindah ke Medsos Lewat Akun Bodong
Ilustrasi radikalisme. (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai masih ada ancaman radikalisme dan intoleransi dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang akan digelar pada Rabu 17 April 2019. Hal itu sebagaimana ia ungkapkan dalam diskusi 'Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi, dan Terorisme' yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

"IPI mencoba mendeteksi seberapa besar pengaruh ancaman dari gerakan-gerakan radikalisme. Apakah ada kemungkinan transaksi politik antara kelompok radikal dengan elite-elite politik pada Pemilu 2019 ini," ujar Karyono.

Selain itu, dia juga menilai pemilu tahun ini dipenuhi banyaknya ujaran kebencian; kabar bohong atau hoaks; serta sentimen terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Karyono juga mengkhawatirkan hal-hal itu dapat menganggu penyelenggaraan pemilu.

"Beberapa tahun ini memuat politik identitas yang mengedepankan SARA di tengah-tengah publik, bahkan selama memasuki masa kampanye, hampir empat bulan, ruang publik terisi dengan ujaran kebencian, hoaks, sentimen agama-suku," ucapnya.

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Okezone)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement