PURWAKARTA - Menjelang Pilpres 2019, suasana di sejumlah daerah mulai memanas. Seperti di Jawa Barat, kedua kubu pasangan calon, baik dari paslon 01 dan 02, sama-sama mengklaim kemenangan suara yang merujuk pada hasil survei di wilayah itu.
Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berpendapat, setiap kubu sah-sah saja mengklaim perolehan suara di Jawa Barat. Namun, kata dia, jika hal itu merujuk pada hasil survei internal ataupun survei partisipan, maka jelas diragukan akurasinya.
"Alangkah bagusnya, jika merujuknya pada hasil survei lembaga yang kompeten dan independen," ujar Dedi, di Purwakarta, Minggu (17/2/2019).
Menurut dia, jika kubu paslon 02 mengklaim perolehan suara di Jabar mencapai 70 persen, Dedi menilai, berarti mereka tidak perlu susah payah lagi untuk berkampanye. Tinggal duduk manis saja.
"Kalau benar susah 70% menang, logikanya kan sudah saja tak perlu susah payah lagi berkampanye," jelas dia.
Dedi mengingatkan, suara di Jabar tak bisa diprediksi. Karena, sifatnya statis. Bahkan, jadi pertarungan dan penentu kemenangan secara nasional. Bahkan, sambung Dedi, suara di Jabar sifatnya sangat dinamis.
