JAKARTA - Generasi milenial atau pemilih muda diyakini memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada April 2019. Diperkirakan ada sekitar 40 persen suara yang berasal dari generasi milenial.
Sementara itu, gairah keislaman generasi milenial saat ini semakin meningkat. Namun dalam perjalanannya, gairah keislaman tersebut justru dimanfaatkan oknum-oknum atau kelompok tertentu untuk hal-hal negatif, antara lain radikalisme, menyebarkan kebencian dan kebohongan, baik melalui sosial media atau melalui pengajian-pengajian.
"Kami menilai pasangan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin ini yang paling banyak merasakan kebohongan tersebut. Apapun kinerja positif dari Pak Jokowi selalu ada negatifnya di mata mereka," ujar Ketua Muslim Milenial Bersatu Jawa Timur, Saidah dalam acara deklarasi Capres-Cawapres 01 di Hotel Tunjungan, Jawa Timur.
“Oleh karena itu, kami yang terdiri dari para aktivis generasi milenial, aktivis kemahasiswaan, aktivis kegiatan sosial milenial berhimpun dalam Milenial Muslim Bersatu (MMB), bersama-sama akan melawan hal-hal negatif tersebut,” kata Saidah.
