JAKARTA - Keberanian calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengklarifikasi kesalahan data dalam debat capres menunjukkan karakter kepemimpinan yang baik karena mencerminkan kejujuran.
Jokowi sebelumnya mengklarifikasi pernyataannya dalam debat terkait tidak adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama tiga tahun terakhir. Capres petahana itu mengatakan selama tiga tahun terakhir tingkat karhutla menurun drastis, bukan tidak ada sama sekali.
(Baca Juga: Jokowi Klaim 3 Tahun Terakhir Tak Ada Kebakaran Hutan, Begini Faktanya)
"Pemimpin itu harus berkata jujur dan benar. Dia menyatakan ada kesalahan, ya dikoreksi. Itu manusiawi saja menurut saya," ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Zuhairi Misrawi di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Kendati terdapat kekeliruan, Zuhairi menyebut data-data yang disampaikan Jokowi kala berdebat dengan capres Prabowo Subianto mendekati kebenaran. Misalnya dalam konteks kebakaran hutan, ia menyatakan Jokowi mampu secara signifikan menekan angka kebakaran.