nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK Akan Tinjau Taman Nasional Komodo

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 14:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 22 340 2021483 wapres-jk-akan-tinjau-taman-nasional-komodo-MmGuWJQEZl.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (foto: KIP Setwapres)

KUPANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwal mengunjungi Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Maret mendatang.

Kunjungan orang nomor 2 Indonesia itu untuk melihat langsung kondis habitat varanus komodoensis yang kabarnya mulai punah. Selain itu juga mau melihat dampak dari kebijakan penutupan destinasi unggulan NTT itu bagi para pelaku usaha pariwisata level menengah di Labuan Bajo.

(Baca Juga: Penutupan Taman Nasional Komodo, Hanya Wacana atau Berbasis Riset?) 

Wisata Taman Nasional Komodo

"Iya benar Pak Wakil Presiden akan datang ke Labuan Bajo pada Maret mendatang. Agenda ini sudah terjadwal," kata Wakil Rakyat NTT di DPD RI Andre Garu yang dihubungi dari Kupang.

Menurut dia, selaku wakil rakyat, dirinya mendengar banyak pengeluhan dan masukan dari masyarakat di Labuan Bajo dan NTT secara keseluruhan terkait dampak yang sudah diterima dari kebijakan menutup Taman Nasional Komodo oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tingkat kunjungan wisata mulai menurun, sejumlah paket tour yang sudah dipesan jauh sebelum kebijakan itu muncul dibatalkan. Dengan kondisi itulah dampak langsung terkait pendapatan usaha masyarakat mulai terlihat menurun.

"Kami menangkap pengeluhan itu dan karena itu kami mencoba berdiskusi dengan pemerintah. Syukurlah bersama Pak Wakil Presiden, beliau bersedia melakukan penijauan langsung ke Labuan Bajo," kata Andre Garu.

Wisata Taman Nasional Komodo 

Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga akan melakukan pemantauan dan berkunjung langsung ke TNK dan Labuan Bajo. Dengan kunjungan itu setidaknya akan memberikan masukan dari fakta lapangan di masyarakat untuk selanjutnya terbit sebuah putusan atas kebijakan menutup atau tidak menutup.

(Baca Juga: Travel Blogger Febrian Tanggapi Isu Penutupan Pulau Komodo) 

"Masyarakat tentu sangat berharap ada kejelasan dan kepastian pemerintah soal kebijakan ini. Semoga dengan melihat langsung kondisi di lapangan nanti, pemerintah akan memberi keputusan yang arif demi masyarakat," katanya.

Sebelumnya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengelurkan kebijakan penutupan TNK selama 1 tahun. Bahkan terkait kebijakan ini pemerintah NTT sudah melakukan diskusi dengan sejumlah stakeholder terkait di pusat.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini