JAKARTA - Baru-baru ini, sejumlah kelompok orang bernama Masyarakat Gayo Merdeka melalukan aksi demonstrasi untuk menuntut Prabowo Subianto mengembalikan lahan yang dikuasai perusahaannya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah ke masyarakat adat.
Mengenai hal itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menilai kalau aksi tersebut ada campur tangan dari kelompok tertentu hingga terjadi aksi tersebut..
"Itu cuma aksi sedikit masyarakat yang diduga keras diperalat oleh kelompok tertentu yang berhubungan dengan 01," ujar Ferdinand kepada Okezone saat dihubungi melalui sambungan telefon, Sabtu (24/2/2019).
Baca Juga: Ribuan Relawan Jokowi di Jabar Dibekali Strategi Menangkan Pilpres

Ferdinand mengklaim bahwa kebanyakan masyarakat Aceh selalu menyambut baik kehadiran Prabowo dan menyebutkan elektabilitas paslon nomor urut 01 lebih unggul di wilayah tersebut. Sehingga, ia meyakini kalau aksi demontrasi itu diperalat oleh segelintir orang.
"Masyarakat Aceh menyambut Prabowo luar biasa bahkan elektabilitas Prabowo di aceh mengungguli Jokowi sangat jauh. Jadi hal tersebut jika ada yang minta pengembalian lahan patut diduga cuma mainan propaganda opini saja," terangnya.
"Orang Aceh bahkan menggarap lahan yang dikelola Prabowo tersebut dengan bebas. Jadi yang minta itu cuma segelintir orang saja dan patut diduga diperalat," tutup Ferdinand.
Seperti diberitakan Okezone sebelumnya, selain menuntut pengembalian lahan, massa juga meminta agar PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo di dataran tinggi Gayo dan Bener Meriah menghentikan aktivitasnya dan segera meninggalkan tanah Gayo.

Baca Juga: Foto Bus Canggih Bergambar Prabowo-Sandi dan Sejumlah Ulama Beredar, Ini Faktanya!
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.