Bawa Ratusan Amunisi, Penumpang Pesawat China Diamankan di Bandara Juanda

Antara, · Senin 25 Februari 2019 00:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 519 2022265 bawa-ratusan-amunisi-penumpang-pesawat-china-diamankan-di-bandara-juanda-soaj5pqZoQ.JPG ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Seorang penumpang pesawat diamankan saat hendak turun di Bandara Internasioal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu 23 Februari 2019. Hingga Minggu malam, pria berinisial SP (36) itu masih tertahan lantaran kedapatan membawa ratusan amunisi senjata api (senpi) berbagai jenis.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, pelaku merupakan warga Bukit Pakis Utara, Surabaya.

"Pelaku menumpang pesawat China Airlines CI-751 dari negara Taiwan, transit di Singapura, sebelum kemudian mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB," kata Frans dikutip dari Antaranews, Minggu (24/2/2019).

Barang-barang bawaan SP lanjut Frans, dianggap mencurigakan saat melewati deteksi x-ray di Bandara Juanda. "Kemudian dilakukan pemeriksaan secara manual dengan membongkar barang-barang di dalam koper yang dibawanya," ucapnya.

Petugas kemudian menemukan lima bungkus mencurigakan berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper. Menurut Frans, lima bungkus berbalut isolasi warna putih itu berisi total 400 butir proyektil senpi berbagai jenis. Selain itu, juga ada beberapa bagian senpi yang dibawanya.

SP dalam penerbangan itu tidak sendirian. Dia bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV, dan SIP, yang semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia alias WNI.

Bandara Juanda

"Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat," tuturnya.

SP dalam penyelidikan sempat menunjukkan kartu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) dengan Nomor 1177/13/B/2017 atas namanya sendiri. Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan ini.

"Kami menduga ratusan amunisi proyektil dan beberapa bagian senjata api itu dibawanya masuk ke Indonesia secara ilegal," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini