nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditangkap, 3 Perempuan yang Diduga Kampanye Jokowi Pro LGBT Belum Jadi Tersangka

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 12:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 525 2022431 ditangkap-3-perempuan-yang-diduga-kampanye-jokowi-pro-lgbt-belum-jadi-tersangka-lIlpoQxc3Q.jpg Ibu-Ibu yang Melakukan Kampanye Door to Door ke Warga dengan Mengatakan jika Jokowi Menang LGBT Akan Disahkan dan Adzan Dilarang (foto: Screenshot/Youtube)

BANDUNG - ‎Tiga orang wanita yang ditangkap terkait dugaan kampanye hitam terhadap pasangan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin, belum ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya saat ini masil dalam status terperiksa dan masih dimintai keterangannya untuk penyelidikan.

"Masih dilakukan pemeriksaan saat ini," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, saat ditemui kantornya, Senin (25/2/2019).

Video Perempuan Kampanye Menyebut Jokowi Pro LGBT dan Melarang Adzan (foto: Screenshot Youtube)

(Baca Juga: Perempuan yang Kampanye Jokowi Menang 'LGBT Disahkan dan Azan Dilarang' Ditangkap di Jabar) 

Ketiga orang yang diamankan, diantaranya ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang.

Mereka diamankan polisi di wilayah Kabupaten Karawang. Saat ini polisi masih lakukan pemeriksaan terhadap ketiganya.

"Untuk penyelidikannya, akan bersama dengan Bawaslu, evaluasi terhadap perbuatan yang diduga tindak pidana pemilu," ucapnya.

Ketiganya diamankan tekait adanya video yang beredar dengan dugaan ada unsur memojokan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

(Baca Juga: Ini 3 Perempuan Diciduk Polisi Diduga Kampanye Jokowi Menang 'LGBT Disahkan dan Adzan Dilarang') 

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Mereka mencoba meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis atau LGBT.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)‎," kata seorang perempuan dalam video yang beredar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini