Diserang Kampanye Hitam Emak-Emak, Kubu Jokowi Yakin Elektabilitas di Jabar Tetap Kokoh

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 18:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 605 2023131 diserang-kampanye-hitam-emak-emak-kubu-jokowi-yakin-elektabilitas-di-jabar-tetap-kokoh-fuSUDLf7es.jpg Usman Kansong. (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong mengatakan, pihaknya tak khawatir elektabilitas paslon nomor urut 01 turun di Jawa Barat akibat kampanye hitam oleh tiga orang wanita.

Menurut Usman, pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Jabar sudah dibekali cara menangkal fitnah dan hoaks, sehingga cukup pintar untuk memilah informasi.

"Tidak, tidak khawatir karena saya kira nomor 01 akar rumput kita sudah bisa memilah dan memilih informasi," kata Usman saat ditemui di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

"Itu juga berkat kita mendorong hal itu, misal kita ada gerakan menangkal fitnah dan hoaks," ujarnya.

Foto: Ist

Usman juga meyakini elektabilitas paslon yang didukungnya tidak akan turun karena Ma'ruf Amin tengah giat melakukan safari atau berkampanye di berbagai wilayah di Jawa Barat.

"Pak Kiai juga masih berkeliling terus dan door to door, kita jalan dan hasil survei saya kira kita positif sekali, kita sudah bagus sekali di Jabar," ujarnya.

(Baca juga: 3 Wanita Lakukan Kampanye Hitam Jadi Sorotan Jokowi)

Namun menurut Usman, pihaknya akan melaporkan setiap kampanye hitam yang muncul di masyarakat. "Tetapi bukan berarti kita enggak melakukan apapun, salah satunya yang kita lakukan adalah melaporkan karena bagi kami masih ada hal-hal yang besar lagi yang perlu dijaga oleh negara ini. Apa? persatuan dan kesatuan kita," kata dia.

"Bukan semata-mata kami ingin turun atau naik elektabllitas, tapi ada cita-cita yang lebih tinggi lagi yang kita ingin perjuangkan dengan melaporkan itu," imbuhnya.

Ketiga wanita yang diamankan yakni ES dab IP, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang.

Mereka diduga melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin dengan mengatakan, jika Jokowi terpilih kembali, maka tidak akan ada lagi azan berkumandang. Selain itu mereka menyebu pernikahan sejenis bakal dilegalkan. Saat ini ketiganya sudah ditahan di Polres Karawang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini