SOLO – Calon anggota DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil V Jawa Tengah KRAT Henry Indraguna mengatakan hanya satu pilihan untuk memperbaiki negera Indonesia tercinta yakni konsisten melawan munculnya money politic.
"Saya sudah terjun di lapangan, khususnya di daerah pemilihan V Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta, serta berbagai daerah Indonesia sewaktu berprofesi pengacara," ujar KRAT Henry Indraguna ketika berdiskusi dengan sejumlah komponen masyarakat dan wartawan di dapur pemenangannya, Jalan RM Said, Pasar Nangka, Solo, Senin 25 Februari 2019.
Ia mengatakan, hanya untuk mendapatkan suara rakyat, para oknum berupaya dengan mendata pemilih, mengumpulkan kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), pemberian uang atau hadiah, dan lain-lain.
"Intinya untuk memperjualbelikan suara rakyat. Hal ini merupakan cara-cara politik tidak bermartabat dan tidak bermoral karena telah merampas kedaulatan rakyat dan melanggar ajaran umat beragama," ujarnya.

Henry menuturkan, Dapil V Jateng akan menjadi wilayah dengan pertarungan calon anggota legislatif atau caleg paling ketat dibandingkan lainnya. Sejumlah tokoh partai politik dipasang sebagai caleg di Dapil Jateng V yang menyediakan delapan kursi DPR.
"Namun, caranya harus elegan. Anehnya jika kita pelajari langsung di lapangan, kok rasanya ada indikasi sebagian besar dan berlomba-lomba untuk merusak negeri ini. Saya sampai miris, ngelus dada," tutur Henry.
Hal itu tentu tidak selaras dengan Revolusi Mental yang didengungkan oleh pemerintah saat ini. "Oleh karena itu, maka kami bertekad dan komitmen untuk bersikap konsisten pada jalur barisan untuk memperbaiki negeri ini dengan memilih jalan melawan munculnya money politic," ucapnya.
(Hantoro)